77.068 KTP Invalid Dibakar

0
521
Sardison MTP

DOMPAK – Sekitar 77.068 Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) yang invalid/cacat di 7 kabupaten/kota di Kepri dimusnahkan dengan cara dibakar. Pemusnahan sudah dilakukan secara keseluruhan dan terakhir dilakukan Pemko Batam, Kamis (19/12).

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kependudukan dan Catatan Sipil (DPMD Dukcapil) Pemprov Kepri, Sardison mengatakan, pemusnahan KTP-el tersebut wajib dilakukan sesuai instruksi Kemendagri melalui surat edaran dan telegram tertanggal 11 Desember lalu. KTP ini, tegasnya, asli. Bukan KTP palsu. Ini perlu diketahui masyarakat.

”Biar masyarakat tidak salah pengertian. KTP itu asli. KTP ini yang dikumpulkan masing-masing Disdukcapil di Kepri,” ujarnya kepada wartawan di Dompak, Kamis kemarin.

KTP tersebut merupakan aset negara. Sehingga, saat pemusnahan itu disaksikan instansi lain. Pemusnahan KTP baru dilakukan tahun ini secara serentak di Indonesia. tahun-tahun sebelumnya, KTP tidak dimusnahkan. Selama ini, KTP invalid/rusak disimpan masing-masing Disdukcapil kabupaten/kota. Tahun-tahun sebelumnya, KTP yang masuk ke Disdukcapil masih disimpan utuh. Tahun 2018, KTP yang masuk ke Disdukcapil dipotong. Sehingga apabila tercecer, KTP itu tidak bisa dipergunakan.

Baca Juga :  Kepri Tak Kebagian Bantuan RTLH

”KTP yang dimusnahkan itu yang masuk ke Disdukcapil sejak perubahan KTP SIAK ke KTP-el tahun 2011 hingga 2018 ini. Makanya masih ada KTP kuning. KTP SIAK termasuk KTP-el yang dimusnahkan. Tapi yang KTP kuning hanya dua atau tiga pisis,” tambahnya.

Dijelaskannya lebih rinci, KTP tersebut merupakan KTP milik masyarakat yang sudah diganti.

”Makanya saya katakan tadi itu KTP asli. Tapi tidak dipakai lagi karena sudah ada penggantinya yang dikeluarkan masing-masing Disdukcapil,” tambahnya.

Dicontohkannya, masyarakat pindah alamat, kemudian mengurus surat pindah dan ganti KTP. KTP yang lama tinggal di Kantor Disdukcapil karena sudah dikeluarkan KTP pengganti. Status KTP itu invalid. Datanya tidak valid lagi. Data valid di KTP yang sudah diterima masyarakat bersangkutan. ”Jadi, KTP-nya asli. Tapi datanya invalid,” kata Sardison.

Baca Juga :  Mahasiswa STAI MU Motivasi Anak-anak Panti

Contoh lainnya, ada masyarakat yang jatuh ke laut atau lupa meninggalkan dompetnya dan langsung masuk ke laut. Ternyata ada KTP di dompetnya. Karena terendam air, KTP-nya rusak dan kode hologramnya tak terbaca sistem, maka harus diganti. Di Disdukcapil, KTP tersebut akan ditarik dan dikeluarkan penggantinya. Status KTP yang ditarik tersebut tetap asli. Bukan palsu. Namun, sudah rusak karena tidak terbaca sistem.

KTP rusak misalnya karena jatuh dari kantong lalu kena lindas roda kendaraan hingga bengkok atau patah. Si pemilik akan mengurus gantinya ke Disdukcapil. Inilah beberapa contoh KTP yang dimusnahkan.

Baca Juga :  Lantamal IV Bantu Renovasi Surau hingga Tanam Bakau

Kemungkinan besar, pemusnahan KTP ini akan dilakukan di tahun-tahun berikutnya. KTP masyarakat yang terkumpul di Disdukcapil tidak disimpan lagi. Melainkan dimusnahkan dengan cara dibakar. Sehingga fisiknya tidak ada lagi dan tidak ada kekhawatiran tercecer yang rawan disalahgunakan orang tak bertanggungjawab. (mas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here