8 Pasang Warga Suku Laut Dinikahkan

0
595
NIKAH MASSAL: Delapan pasang pengantin warga suku laut Pulau Lipan foto bersama usai ijab kabul dan menjalani prosesi adat pernikahan. F-ISTIMEWA

LINGGA – DELAPAN pasang pengantin dari Komunitas Adat Terpencil (KAT) Pulau Lipan dinikahkan secara massal. Pernikahan ini digelar untuk menegaskan status administrasi kependudukan, bagi warga KAT atau yang biasa disebut warga suku laut. Prosesi pernikahan delapan pasang ini dilajujan sesuai dengan adat dan tradisi masyarakat suku laut.

Prosesi pesta nikah jemput penganten baru tersebut, dihadiri langsung oleh ketua PKK Kabupaten Lingga Hj Heryulita. Sebagaimana kebiasaan masyarakat komunitas Suku Laut, pengantin baru harus berkiyau atau berdayung menggunakan sampan. Sejumlah persyaratan seperti serampang, tombak maupun kajang lengkap harus ada di sampan mereka.

Setelah sampai di Pulau Penuba, delapan pasang pengantin tersebut disambut dengan prosesi adat Melayu yang disambut oleh Camat Selayar Abang Safril. Selain itu, Ketua LAM sekaligus Kepala Dinas Kebudayaan M Ishak serta sejumlah tokoh masyarakat turut hadir pada prosesi tersebut. Resepsi pernikahan delapan pengantin tersebut, juga diarak dari pelabuhan hingga ke lapangan masjid Pulau Selayar.

Camat Selayar Abang Safril mengatakan, prosesi jemputan ini terlaksana berkat dukungan masyarakat dan penggagas serta masyarakat Marwah Pulau Selayar. Serta masyarakat Pulau Selayar umumnya. ”Alhamdulillah, niat nikah jemput delapan pasang pengantin ini dapat terlaksana setelah mereka masuk islam. Dan hari ini diselenggarakan secara adat Melayu,” ujarnya Senin (31/7)
Dikatakan, untuk pertama kalinya prosesi ini dapat dilaksanakan.

”Dengan harapan ke depannya masyarakat Komunitas Adat Terpencil (KAT) Suku Laut di pulau Selayar ini dapat diperhatikan,” terangnya. Di tempat yang sama, Ketua LAM Kabupaten Lingga H M Ishak mengatakan, secara kebudayaan serta adat dan prosesi masyarakat Suku Laut memang perlu dilestarikan.

Namun, ketika mereka penganten yang delapan orang ini telah memeluk agama Islam. ”Maka mereka telah bertransformasi. Dunia Melayu itu Dunia Islam. Maka mereka juga perlu ditunjuk ajari sebagaimana kebiasaan adat Melayu,” terang HM Ishak.(TENGKU IRWANSYAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here