83 PDAM Indonesia Ikuti ZoomBA

0
110
Direktur PDAM Tirta Raja Kabupaten Ogan Komering Hulu (Oku), Sumatera Selatan, Abi Kusno menggelar nonton bareng ZoomBA episode 2 di ruang kerjanya.

BATAM – Sedikitnya 83 PDAM dari seluruh Indonesia akan memadati Webinar Zoom Bersama ATB (ZoomBA) yang akan diselenggarakan pada Rabu (15/7) mendatang. Masing-masing PDAM mengirimkan sejumlah wakilnya untuk belajar kepada PT. Adhya Tirta Batam (ATB).

“Kami tidak menyangka antusiasme PDAM sangat tinggi. Karena PDAM dari hampir 80 persen Provinsi di Indonesia akan hadir dalam ZoomBA episode ketiga ini,” ujar Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus.

ZoomBA episode 3 akan menghadirkan Manager Non Revenue Water (NRW) ATB, Sadma Lastyanta. Dia akan berbagi mengenai “Inovasi Atasi Kehilangan Air”. Untuk memberikan ruang yang lebih leluasa bagi peserta, ATB membagi Webinar ZoomBA dalam 2 sesi.

Baca Juga :  Pemko Siapkan Tim Buka Pelayaran Internasional

Sesi pertama akan dimulai pukul 10.00 hingga 12.00 WIB, sementara sesi kedua pada 15.00 hingga 17.00 WIB. Masing-masing sesi terbatas hanya untuk 100 peserta. Bagi yang tidak mendapatkan tempat di ruang Zoom, dapat menyaksikan melalui Facebook ATB Batam, atau Youtube ATB Batam.

Tema yang diangkat dalam Webinar ZoomBA kali ini memang sangat menarik bagi PDAM. Karena masalah kehilangan air masih menjadi momok yang sulit ditaklukan hingga hari ini.  Menurut laporan BPPSPAM, tingkat kehilangan air rata-rata Indonesia tahun 2019 masih berada di 32,75%.

Baca Juga :  BNNP Musnahkan 19 Kg Sabu

“Masih sangat jauh jika dibanding kan dengan target nasional, yakni di bawah 20%,” jelas Maria.

Namun, ditengah kondisi pelik ini, ATB telah berhasil menurunkan angka kebocorannya hingga 14 persen di tahun 2019. Semua itu berkat inovasi dan terobosan yang telah dilakukan oleh perusahaan sejak beberapa tahun belakangan.

“ATB ingin berbagi ilmu tersebut, agar tingkat kehilangan air di Indonesia turun hingga ke angka terendah,” paparnya.

Menekan angka kehilangan air menjadi sangat penting. Bukan hanya kerena dapat meningkatkan pendapatan perusahaan, namun sekaligus meningkatkan efisiensi pemanfaatan air baku. Dengan pemanfaatan air baku yang efisien, maka Indonesia dapat bertahan dari potensi kekurangan air di masa mendatang.

Baca Juga :  Dispar Mesti Gencar Promosi Wisata

“Ini merupakan tanggungjawab kita bersama. Untuk PDAM, menjadi efisien adalah kewajiban untuk menjaga sumber air kita di masa mendatang,” jelasnya.(mbb)
 

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here