9000 KK Tak Kebagian Air PDAM

0
485
PIPA INDUK: Pekerja memasang pipa induk SWRO Tanjungpinang belum lama ini. F-dok/tanjungpinang pos

Warga di Tanjungpinang yang merupakan Ibu Kota Provinsi Kepri masih banyak belum menikmati air bersih PDAM Tirta Kepri. Masih ada puluhan ribu warga yang menggandalkan air sumur dan air hujan untuk keperluan sehari-hari.

TANJUNGPINANG – Sejak tahun 2011 sampai 14 Desember 2017 ini, data antre sambungan baru di perusahaan plat merah sudah 9000. Selama kurang lebih enam tahun, baru 1.886 sambungan baru yang terealisasi. Ada warga sudah tiga tahun antre, tapi belum dilayani.

Hal ini diakui Wahyu, Kabag Teknis PDAM Tirta Kepri, kemarin. ”Untuk mempercepat layanan data antre, kita perlu memasangan pipa induk baru. Supaya pipa induk yang ada sekarang tidak terlalu jauh dari rumah warga,” kata Wahyu.

Meskipun data antre panjang, sambung Wahyu, setiap hari tetap ada pemasangan baru. Jumlahnya satu atau dua pelanggan saja per harinya. Prioritas pasang baru adalah pelanggan yang sudah masuk nomor antrean.

Ia juga membantah tudingan bila pengusaha yang mengajukan sambungan baru, lebih diutamakan daripada warga. Bisa saja, ruko yang disambung tersebut, sudah lama melakukan pengajuan.

”Tak ada, kalau pipa induk dekat dengan pemohon memang kita pasang sesuai antrean yang sudah masuk ke kantor kami,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Produksi Pipa Sungai Pulai PDAM Tirta Kepri, Abdur Razak menambahkan instalasi pengeloaan air (IPA) di Waduk Sungai Pulai mampu memproduksi 180 liter per detik.

Di Waduk Gesek 100 liter per detik. Setiap hari air baku mengalir ke rumah warga Tanjungpinang sebanyak 403,2 meter kubik. Air baku ini bersumber dari dua waduk. Waduk Sungai Pulai mengalirkan air baku sebanyak 259,2 meter kubik per hari. Sedangkan air baku bersumber dari Gesek hanya 144 meter kubik.

”Alhamdulillah, sekarang air baku kita melimpah. Karena terbantu dengan seringnya terjadi hujan di Pulau Bintan,” kata Abdur Razak.

Abdur tidak bisa membeberkan berapa banyak air baku yang tertampung dari dua waduk tersebut. Baik itu dari waduk Sungai Pulai maupun Gesek. Hanya saja, ia katakan, kedalaman waduk Sungai Pulai mencapai 2,73 meter dan luas 60 hektare. Sedangkan kedalaman air bersih di waduk Gesek sekitar 4 meter. Dua waduk ini, katanya, telah melayani 18.000 pelanggan.

Disamping itu, dirinya mengklaim, kalau air baku dari dua waduk selalu mengalir setiap hari. Apabila tidak mengalir, ia pastikan ada kendala terjadi di lapangan. Seperti adanya kebocoran pipa air bersih, atau terjadi pemdaman listrik.

”Dua itu lah kendala kita, kalau air bersih tak mengalir. Karena air bersih selalu mengalir ke rumah pelanggan kita. Kalau tidak salah saya, ada sekitar 18.000 pelanggan mengkonsumsi air bersih dari dua waduk,” terang dia.

”Kita terus melayani dan melakukan penyambungan baru di rumah pelanggan,” sebut dia.(ANDRI DS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here