951 Aparat Amankan Pilwako

0
661
KAPOLRES Tanjungpinang memeriksa pasukan menjelang Pilwako Tanjungpinang, Senin (25/6) di Pamedan.f-raymon/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Pemilihan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinangakan digelar, Rabu (27/6) besok. Polres Tanjungpinang siap mengamankan Pilkada Tanjungpinang dengan mengerahkan 951 personel.

Kabag OPS Polres Tanjungpinang Kompol Muhamad Chaidir mengatakan, pengamanan akan dimulai 26-27 mendatang, dalam mengamankan Pilkada melibatkan personel sebanyak 951 diantaranya 413 personel Polres Tanjungpinang, 308 personel BKO Polda Kepri dan 230 personel dari TNI.

”Pengamanan kita lakukan untuk keamanan berlangsungnya pemilihan yang aman,” katanya Senin (25/6).

Ia melanjutkan, dalam pelaksanaan pengamanan setiap Tempat Pemilihan Suara (TPS) dijaga oleh personel. Selain penjagaan TPS juga dilakukan patroli keliling. ”317 TPS dijaga, juga patroli keliling sejalan besar pada saat pemilihan suara,” sebutnya.

Pihaknya sudah melakukan pemetaan terhadap TPS yang rawan. Ada sekitar 35 TPS masuk dalam rawan I diantaranya di wilayah Polsek Tanjungpinang Kota ada 20 TPS. ”Selanjutnya, Polsek Tanjungpinang Barat 3 TPS, Polsek Tanjungpinang Timur 5 dan Polsek Bukit Bestari 7 TPS,” tuturnya.

Menurutnya, kategori rawan ini dikarenakan adanya berdekatan dengan paslon, para pendukung paslon dan sesuai dengan intelijen yang meminta untuk pengawalan lebih. ”Setiap TPS itu ada satu personel dan patroli keliling ini membantu pengamanan Pilkada,” ujarnya.

Cek Pasukan
Polres Tanjungpinang menggelar cek pasukan untuk melihat kesiapan personel dan prasarana dalam menyukseskan Pilkada 2018 di Lapangan Pamedan, Senin (25/6).

Kapolres Tanjungpinang AKBP Ucok Lasdin Silalahi mengatakan, apel untuk mengecek kesiapan personel dalam mengamankan Pilkada selain itu juga Polres Tanjungpinang telah melakukan pengamanan secara terpadu dan mengedepankan sinergitas. ”Pengaman dan sinergitas terlihat hari ini dengan apel bersama,” katanya.

Baca Juga :  OJK Dorong Revolusi Industri Keuangan di Kawasan Perbatasan

Pengamanan dan sinergitas dengan instansi terkait dilakukan sejak dimulainya Pilkada diantaranya pengamanan penyaluran logistik, penguatan suara hingga pengumuman pemenang di Pilkada. ”Dalam pengamanan ini juga mengerahkan 951 personel yang terdiri dari TNI Polri,” sebutnya.

Selanjutnya, untuk mewujudkan rasa aman di Pilkada ini setiap personel harus benar benar memahami tugas tugas, selain itu juga telah melakukan pengamanan di KPU, Panwaslu dan rumah kediaman calon pasangan wali kota dan wakil wali kota Tanjungpinang. ”Selalu mengantisipasi terhadap gangguan- gangguan yang akan terjadi selama berlangsungnya Pilkada,” jelasnya.

Kapolda Kepri Irjen Pol Didid Widjanardi menyebutkan, Tanjungpinang merupakan satu satunya yang melakukan Pilkada di Kepri maka pihaknya mendukung secara penuh agar Pilkada ini aman. ”Selama masa tenang Kapolres Tanjungpinang harus lebih intensif lagi dalam mengawasi kotak suara, surat suara,” katanya.

Ia menegaskan, tidak ada satupun pejabat yang bisa menginterpensi terhadap kinerja Kapolres Tanjungpinang dalam menjalankan tugas. ”Tidak ada yang bisa mengintervensi, netralitas adalah hal yang utama bagi personel yang melakukan pengamanan terdiri dari Polri dan TNI,” ujarnya.

Kotak Suara Didistribusikan ke 18 Kelurahan
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tanjungpinang mendistribusikan kotak suara di 18 kelurahan se-Kota Tanjungpinang, Senin (25/6). Pendistribusian logistik Pemilihan Walikota (Pilwako) Tanjungpinang tahun 2018 diangkut menggunakan lori.

Baca Juga :  Dishub Tutup Kantor Grab dan Gojek

Empat lori disediakan pihak KPU Kota Tanjungpinang untuk menyebarkan logistik Pilwako Tanjungpinang tersebut. Masing-masing lori langsung dikawal ketat oleh aparat keamanan, seperti TNI-Polri.

Pengawalan yang dilakukan pihak keamanan, ada menggunakan kendaraan roda empat, seperti mobil Patwal maupun Patroli dan kendaraan roda dua. Saat pengawalan, terlihat petugas membawa senjata api laras panjang dan pistol.

”Mudah-mudahan satu hari selesai pendistribusian logistik ini,” kata Disivi Logistik KPU Kota Tanjungpinang, Muhammad Yusuf Mahidin kepada Tanjungpinang Pos di sela-sela mengawasi pengangkutan kotak suara dari gudang penyimpanan kotak suara di Kantor Sekretariat KPU Kota Tanjungpinang ke atas lori.

Setelah itu, logistik Pilwako Tanjungpinang tahun 2018 akan menginap di 18 Kantor Kelurahan di Kota Tanjungpinang selama satu malam. Selama menginap, logistik tersebut akan dijaga ketat oleh pihak keamanan, seperti TNI-Polri bersama Linmas serta stakeholder lainnya. Agar logistik tetap aman sampai pada waktu pencoblosan 27 Juni 2018 nanti.

Selasa (26/6) ini, logistik Pilwako Tanjungpinang langsung disebarkan ke masing-masing Tempat Pemungutan Suara (TPS) di wilayah Kelurahan tersebut. Ada 317 TPS yang akan digunakan untuk masyarakat Kota Tanjungpinang menyalurkan hak pilihnya di Pilwako Tanjungpinang nanti.

Masing-masing TPS akan menerima satu kotak suara yang berisi logistik Pilwako Tanjungpinang. ”Kita berharap pihak keamanan untuk tetap menjaga logistik saat berada di TPS,” harap dia.

Baca Juga :  Kini, WNA Masuk Subjek Alokasi Lahan

Siapkan 700 Saksi
Sementara itu, pihak pasangan calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Tanjungpinang baik nomor urut 1 Syahrul-Rahma dan nomor urut 2 Lis-Maya telah menyediakan ratusan saksi di TPS. Dari tim Syahrul-Rahma sendiri, telah disiapkan 700-an saksi di TPS.

Ketua Tim Pemenangan Sabar (Syahrul Bersama Rakyat), Ade Angga mengatakan, setiap TPS akan disiapkan dua orang saksi. Dan para saksi ini sudah mendapat pelatihan dua kali. ”Hari ini (kemarin, red) kita lakukan pelatihan. Sehingga mereka tahu apa tugas-tugasnya di lapangan saat perhitungan surat suara nanti,” jelas Ade Angga, kemarin.

Ia menjelaskan, selain saksi di TPS, tim juga menyediakan koordinator sebanyak dua orang yang bertugas mengawasi setiap 10 TPS. Di posko pemenangan, ada juga 50 orang relawan yang memahami betul soal Pilkada ini. Tugas mereka ini apabila ada pengaduan dari masyarakat terkait proses Pilkada ini.

”Misalnya ada mobilisasi pemilih dari daerah lain. Ini perlu diwaspadai. Nanti tugas tim inilah untuk mengawasinya. Yang rawan itu di Tanjungpinang Timur. Penduduknya sangat padat dan ini salah satu basis suara kita. Dulu, suara Bu Rahma paling tinggi di sini,” jelasnya lagi. (ray/dri/mas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here