Abdul Bunuh Arnold Tambunan

0
895
TERSANGKA Abdul (baju oranye) saat ekspos di Mapolda Kepri di Batam, Selasa (19/2).f-martua/tanjungpinang pos

Rasyid Tenda Janjikan Uang Rp20 Juta

TANJUNGPINANG – Arnold Tambunan (59 tahun) yang ditemukan sudah jadi tengkorak dibunuh dua pelaku sebelum dimasukkan ke septic tank.

Kerangka korban ini ditemukan di belakang rumah M Rasyid, pengusaha tenda di Jalan Menur, Gang Juang No.15 C, Kelurahan Sei Jang Tanjungpinang, Jumat (15/2).

Pelaku pembunuhan tersebut salah satunya adalah M dan anak buahnya Abdul. Pembunuhan itu dilakukan bersama terhadap purnawirawan TNI AL tersebut.

Untuk ikut serta dalam pembunuhan itu, Rasyid berjanji akan membayar Abdul Rp20 juta.

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Erlangga mengungkapkan, uang itu dijanjikan Rasyid saat bertemu dengan Abdul, tanggal 17 Agustus 2018 sekitar pukul 22.00 WIB. Arnold sendiri dinyatakan hilang sejak, 18 Agustus 2018.

Dijelaskannya, Rasyid dan Abdul bertemu di gudang rumah Rasyid untuk merencanakan pembunuhan terhadap Arnold yang akan direncanakan, 18 Agustus 2018.

Dalam pertemuan itu, mereka sepakat. Abdul ikut membantu Rasyid dengan diberi upah Rp20 juta. Kemudian, 18 Agustus 2018, sekitar pukul 06.30 WIB, Rasyid bertemu korban di Jalan Menur No.15 RT-05/RW-09 Sungai Jang Tanjungpinang.

Baca Juga :  Bawa BBM Ilegal, Tugboat Diamankan

”Saat pertemuan itu (Rasyid dan korban), terjadi adu mulut,” ujar Erlangga saat jumpa pers, Selasa (17/2) di Mapolda Kepri. Saat itu Erlangga didampingi Kapolres Tanjungpinang, AKBP Ucok Lasdin Silalahi dan Kabid Dokes Polda Kepri Djarot Wibowo.

Mendengar keributan itu, Abdul datang dan mengejar korban sambil memukulnya dengan besi. Akibat pukulan besi tersebut, korban mengalami luka di lengan, muka dan kepala sehingga mengalami pendarahan. Akibatnya, korban meninggal dunia.

Mengetahui korban meninggal dunia, Rasyid menyuruh Abdul membuka septic tank di dalam ruangan bengkel dekat rumah korban. Kemudian Rasyid membungkus jasad korban dengan plastik.

”Tangan korban diikat di bagian belakang. Kakinya juga diikat dan dimasukkan ke dalam septic tank. Kemudian ditutup dan dilapisi karpet plastik,” jelas Erlangga.

Kerangka korban sendiri kemudian ditemukan, Jumat 15 Februari 2019 di septic tank yang dijumpai di rumah kosong Jalan Menur Gang Juang No.15 C, Kelurahan Sei Jang, Kecamatan Bukit Bestari, Tanjungpinang.

Baca Juga :  Fashida dan M Syahrizal Bersaing Jadi Dirut BUP

Sebelum merencanakan untuk membunuh Arnold Tambunan, tersangka dan Rasyid menyiapkan tali, besi tumpul dan beberapa alat lainnya. Atas perbuatan para pelaku yang diduga melakukan perencanaan pembunuhan tersebut, Abdul terancam hukuman mati.

Erlangga mengatakan, Polres Tanjungpinang sudah bekerja keras untuk mengungkapkan kasus ini karena minimnya alat bukti dan keterangan. Namun dengan kegigihannya, Polres Tanjungpinang, berhasil mengungkap pelaku pembunuhan itu.

Kasus ini mulai diselidiki awalnya karena ada laporan orang hilang atas nama Arnold Tambunan, Sabtu (18/8/18). Arnold awalnya pamit dari rumah anaknya hendak ke rumahnya.

Namun korban tidak kembali ke rumah. Selanjutnya anak korban Marta Agustina mendatangi rumahnya di Km 8 yang juga rumah milik korban. Saat didatangi, Marta hanya menemukan sepeda motor Yamaha N Max warna putih.

Setelah dua hari tak ketemu ayahnya, Marta melapor ke Polres Tanjungpinang. Dari sana, penyidik mencoba mengumpulkan keterangan. Polisi baru menemui titik terang setelah ditemukannya CCTv di kawasan itu.

Baca Juga :  Puluhan Yachter Singgah di Natuna

Dari CCTv itu menunjukkan Rasyid sedang membawa motor korban. Selain itu ada juga laporan pembuatan septic tank baru di rumah pelaku yang dicurigai oleh polisi.

Hingga kemudian, bersama ahli dari medis Bidokes Polda Kepri, Polres Tanjungpinang melakukan pembongkaran dan ditemukan mayat Arnold. Kemudian, temuan itu dikembangkan dan mendapat petunjuk bahwa Rasyid melakukan pembunuhan bersama karyawannya Abdul.

Namun, sebelum kasus terungkap, Rasyid sudah meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas, 28 Agustus 2018. ”Tersangak meninggal dunia kejadian laka lantas di Jalan Ahmad Yani Km 5 Tanjungpinang,” kata Erlangga.

Hubungan Rasyid dengan korban disebutkan karena utang piutang. Rasyid meminjam sejumlah uang dari korban. Saat kejadian itu, korban datang untuk menagih utang Rasyid. Namun, Rasyid sudah merencanakan pembunuhan itu. (mbb)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here