Ada 49 Kios di Merdeka Night Market

0
299
SEPI: Inilah kawasan bisnis di Jalan Merdeka Tanjungpinang. Siang hari kawasan ini terlihat sepi pengunjung. Malam hari kawasan ini ada aktivitas ekonomi dikawasan tersebut. F-suhardi/tanjungpinang pos

Setelah lebaran, kawasan bisnis Jalan Merdeka dan Teuku Umar akan disulap jadi daerah Merdeka Night Market. Di sini masyarakat dan turis mancanegara bisa asyik belanja dari kuliner hingga oleh-oleh.

TANJUNGPINANG – Tujuannya daerah ini dijadikan pasar, untuk menghidupkan kembali roda ekonomi di kawasan ini yang mati suri di malam hari. Surjadi, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Kota Tanjungpinang, Pemko Tanjungpinang akan menjadikan Jalan Merdeka dan Jalan Teuku Umar jadi Merdeka Night Market tahun ini.

Ia minta kepada pengusaha swasta melalui anggaran Corporate Social Responsibility (CSR), mau membantu Pemko dalam pembelian motor toko (moko). Karena pemerintah tidak menyediakan anggaran untuk pembelian motor toko (Moko). Agar pedagang nanti tidak ada lagi nanti pedagang memakai gerobak.

”Kita mulai sekarang, pembangunan Kota Tanjungpinang bukan hanya peran pemerintah saja. Kita mengajak peran dari pihak swasta dan masyarakat,” kata Surjadi, kemarin.Kata dia, selesai lebaran ini Pemko serius dengan projek Tanjungpinang Merdeka Night Market bisa terwujud.

”Perencanaan dan pembahasan terus dilakukan, sampai ada rencana kami akan menyediakan sebanyak lebih kurang 49 kios untuk pedagang,” jelas Surjadi. Terkait Merdeka Night Market bukan rencana yang hanya sekedar mimpi tanda diwujudkan menjadi kenyataan setelah Lebaran ini.

”Upaya pak wali kota ini, supaya aktivitas ekonomi di Jalan Merdeka itu tidak sepi saat malam hari,” tambahnya. Targetnya kalau semua stakeholder terkait saling bekerjasama bahu membahu dan masyarakat sekitar Jalan Merdeka turut mendukung, habis lebaran ini mulai dibahas secara matang.

”Kita berharap jangan lewat 2018, kelamaan,” tambahnya.
Bila Merdeka Night Market berjalan, perputaran ekonomi di malam hari bukan hanya terjadi di kawasan Bintancentre saja. Tapi, kawasan Jalan Merdeka dan sekitarnya, siang dan malam perputaran ekonomi terus berjalan.

Kalau ada tamu yang menginap di Tanjungpinang, keluar dari hotel bisa jalan-jalan ke Merdeka Night Market, untuk membeli pakain maupun oleh-oleh yang sudah disediakan pedagang. Kota besar seperti Bandung dan Jakarta, Night Market sudah berjalan baik. Bahkan daerah tertentu disaat Ramadan ini dijadikan kawasan Night Market oleh pemerintahanya.

”Kita juga ingin seperti itu. Kawasan Jalan Merdeka kembali bergeliat ekonominya siang dan malam,” tegasnya. Untuk Merdeka Night Market berjalan dengan baik, rapat koordinasi lintas instansi di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan. Rapat ini langsung dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tanjungpinang, Riono dan Robert Pasaribu, Asisten Ekonomi dan Pembangunan, kemarin.

”Kita mulai bahas, karena tahun ini Merdeka Night Market mulai dilaksanakan,” tegas Riono. Ia juga minta agar program ini terus disosialisasikan di tengah masyarakat.

”Yang lebih penting lagi sosialisasi dan dapat dukungan dari masyarakat. Karena dulu pernah ingin melakukan, tapi ada penolakan dan lainnya. Ini yang kita tidak ingin harapkan,” ucap dia. Rapat pertama ini, dia sengaja tidak melibatkan para pengusaha maupun masyarakat. Karena hanya sebatas pengarahan kepada OPD terkait sesuai tupoksinya. Supaya OPD di lingkungan Pemko bisa bersinergi. Selain itu juga pihak perbankkan.

Seperti Dinas Perhubungan (Dishub) nanti harus menyediakan tempat parkir. Ini perlu di konsep oleh Dishub. Titik mana yang akan dijadikan tempat parkir. Karena bentuk parkir ada dua. Yakni, pertama tempat parkir pengunjung yang akan datang ke Merdeka Night Market. Kedua, parkir untuk pemilik tokoh Kota Lama. Karena pemilik tokoh tersebut memiliki mobil.

”Ini mau di letakkan di mana. Jadi, kita perlu konsep itu,” terangnya. Kemudian bidang kebersihan, bagaimana teknis kebersihan hingga WC umum untuk pengunjung yang ingin buang air kecil maupun buang air besar tersedia. Begitu juga dengan tugas Bapedda.

Dinas tersebut, katanya, perlu mengkonsep apa bila pedagang tersebut berjualan makan basah. Seperi makanan hingga minuman. Atau, pedagang berjualan pakaian dan lainnya. ”Tujuan kita tidak menyusahkan. Justru ingin menghidupkan Kota Lama,” tegasnya.(SUHARDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here