Ada Investor di Balik Penataan Teluk Keriting

0
701
BERMAIN: Anak-anak Teluk Keriting saat bermain di belakang kapal yang sedang naik dok di kampung mereka. F-SUHARDI/TANJUNGPINANG POS

Lis Kecewa karena Pakai Dana APBD

Reklamasi dan pembangunan kampung wisata di Teluk Keriting bukan murni ide Pemprov Kepri. Tapi, ide itu datang dari pihak swasta. Bahkan, dana pembangunannya APBD kenapa bukan dana pihak swasta tersebut?

Tanjungpinang – Hal ini diungkapkan Wali Kota Tanjungpinang, H Lis Darmansyah, kemarin.

”Saya sudah tahu siapa di balik penataan Teluk Keriting yang direncanakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri. Ternyata di balik penataan Teluk Keriting, ada pihak swasta,” kata Lis Darmansyah dengan kesal.

Menurutnya, pihak swastalah yang ingin melakukan reklamasi dan penataan di lokasi itu. Ini pasti ada unsur politik di balik penataan. Lis mengaku punya bukti rekaman serta gambar suasana rapat membahas Teluk Keriting.

”Saya punya rekaman dan gambar mereka saat rapat. Makanya saya tahu permasalah Teluk Keriting sebenarnya. Tak perlu saya sebutkan siapa pihak swasta yang inginkan Teluk Kriting itu direklamasi,” kata Lis.

Penataan Teluk Keriting, kata Politisi PDI Perjuangan Provinsi. Kepri ini, jangan hanya sekedar bicara tentang Teluk Keriting.

Harus tahu dulu, siapa yang ingin melakukan reklamasi tersebut? Apakah reklamasi Teluk Keriting ke inginan pihak swasta?

Kalau pihak swasta yang menginginkan, tanya dia, kenapa reklamasi hingga pembangunan Teluk Kereting harus pakai uang pemerintah.

Kenapa tidak pakai uang pihak swasta saja. Secara tidak langsung, pemerintah telah membantu hingga menutupi pekerjaan swasta yang ingin melakukan pembangunan di Teluk Keriting.

”Ini yang saya tidak mau. Saya pertanyakan ini semua. Tadi, Pak Samsul Bahrum, pejabat Pemprov tidak datang di RRI saat dialog tentang Teluk Keriting. Karena katanya beliau yang tahu ini semua,” ucap dia.

Seharusnya, lanjut dia, Pemprov Kepri melakukan keterbukaan terkait penataan Teluk Keriting kepada masyarakat Teluk Keriting. Karena semua ini menyangkut kepentingan orang banyak, dan juga masalah investasi.

Ia tidak setuju dan tak mau wilayah Teluk Keriting seluas kurang lebih 26,1 hektare dijadikan investasi. Karena perlu ada ruang publik. Paling tidak, sekitar 40 persen dari luas wilayah Teluk Keriting dijadikan investasi.

60 persen lagi baru dibuat ruang publik atau sebaliknya, 40 persen untuk ruang publik, dan 60 persen untuk investasi, tapi ada sarana publik.

Sampai saat ini, Pemko Tanjungpinang belum pernah diajak oleh Pemprov Kepri untuk duduk bersama membahas terkait penataan Teluk Keriting tersebut.

”Alhamdulillah sudah tidak pernah duduk bareng lagi. Kemungkinan Pemrov sedang sibuk dengan kegiatan. Saya harap maklum saja,” ucap dia.

Dia katakan lagi, Pemko Tanjungpinang mendukung program yang direncakan oleh Pemprov Kepri terkait penataan Teluk Kriting.

”Masa orang yang mau berbuat untuk kebaikan Kota Tanjungpinang, kita tidak mendukung. Berarti orang tersebut tidak normal. Jadi, kita harus mendukung program perencanaan penataan Teluk Keriting tersebut,” tegas dia.

Tetapi, lanjutnya lagi, penataan Teluk Keriting baru sebatas perencanaan Pemprov Kepri saja. Karena sampai sekarang Pemprov Kepri tidak memiliki gambar penataan Teluk Keriting tersebut. Artinya, Pemprov Kepri belum memiliki konsep yang jelas untuk melakukan penataan Teluk Keriting.

Kalau sudah ada konsep tersebut, katanya, setidaknya di singkronkan antara Pemprov Kepri dengan Pemko Tanjungpinang.

Hingga saat ini, Pemprov Kepri tidak pernah menyingkronkan konsep tersebut ke Pemko Tanjungpinang.

Untuk mengkonsepkan penataan tersebut, terlebih dahulu pemerintah harus mengumpulkan masyarakat Teluk Keriting. Supaya pemerintah mendengar masukan dari masyarakat tersebut.

”Jangan tergesa-gesa. 1.500 persen saya mendukung. Malah saya berterima kasih banyak kepada Pemprov Kepri,” terangnya.

Cuman, kata dia, yang harus diselesaikan adalah, terlebih dahulu dibicarakan bersama masyarakat. Setelah itu, buat konsep penataan Teluk Keriting tersebut seperti apa.

Mulai dari master plan hingga rencana tata ruang (RTR) nya seperti apa Teluk Keriting. Karena rencana reklamasi Teluk Keriting ini tidak rencana yang sudah bertahun-tahun, tetapi rencana ini baru sekitar 4-5 bulan saja.

”Intinya, saya tegaskan lagi perlu ada keterbukaan kepada masyarakat terkait penataan Teluk Keriting tersebut. Supaya masyarakat tahu. Karena saya tidak mau masyarakat Teluk Keriting dijanjikan yang muluk-muluk,” harap dia.

Teluk Keriting Pelan-pelan Dibangun
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Kepri Abu Bakar, menyampaikan pemprov Kepri serius ingin bangun dan menata kawasan Teluk Keriting sampai dengan Pelabuhan Sribintan Pura (SBP) Tanjungpinang.

Menurut Abu, untuk tahap awal dimulai pengerjaan Gedung Serbaguna oleh Dinas Perumahan dan Pemukiman Provinsi Kepulauan Riau yang di bawah pengawasan Heru Sukomoro.

”2017 ini mulai perencanaan, pelan-pelan tahun 2018 mulai tahap pembangunan. Tahap awalnya pembuatan gedung serba guna dulu,” kata Abu Bakar di Dompak, Selasa (4/4)
Lebih lanjut Abu menjelaskan, secara teknis untuk pengembangan kawasan wisata tradisional di Teluk Keriting tersebut leading sektornya Asisten II Pemprov Syamsul Bahrum.

Menurut, dia, Syamsul Bahrum berkeinginan kawasan Teluk Keriting itu di bangun serta di tata kembali, sebagaimana layaknya kawasan itu untuk dikunjungi para wisatawan yang berkunjung ke Tanjungpinang Ibu Kota Provinsi.

”Kita ingin saat orang tiba di pelabuhan Sribintan Pura, tak sabar ingin ke lokasi itu. Nah ini sesungguhnya, harapan Pak Gubernur,” imbuhnya

Bahkan nanti, lanjut dia tidak hanya penataan kawasan serta pembangunan, beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pemprov Kepri, seperti Perdagangan, Disdik, Kelautan Perikanan, Kesehatan, Pariwisata serta OPD teknis lainnya turut serta membangun serta menjadikan kawasan itu adalah daerah binaan mereka.

”Kalau kami hanya pekerjanya, saya pun membantu Pak Syamsul merancang dan memikirkan gambaran konsep penataannya seperti apa,” tambah Abu.

Nanti di kawasan itu, lanjut dia macam-macam tersedia, selain di dukung sarana dan prasarana bangunan yang modern tradisinonal, ia pun menyampaikan Pemrov Kepri bersama OPD lainnya turut serta mengakomodir warga sekitar dengan memberikan bantuan kependidikan, alat tangkap nelayan, jaminan kesehatan serta fasilitas gratis lainnya untuk warga setempat.

”Bahkan untuk penganggarannya, dibantu dana APBN,” tambahnya

Penataan kawasan Teluk Keriting menjadi kawasan kampung wisata ini, tentunya tidak terlepas dari koordinasi dengan pejabat Pemko Tanjungpinang. Menurutnya, Pemprov bersama Pemko Tanjungpinang sampai hari ini tetap jalin komunikasi.

”Sambil-sambil ngopi komunikasi, sambil jalan dan rapat kecil sudah cukup,” imbuhnya.

Bahkan untuk pembangunannya, Pemprov Kepri tidak hanya menjolok anggaran dari pusat melainkan dirinya juga melibatkan Pelindo untuk membantu memikirkan bagaimana konsep khususnya untuk pintu masuk, kawasan teluk keriting itu.

”Jadi kita minta sumbangan dari Pelindo, bahkan kita pemprov minta pelabuhan sebagai destinasi wisata. Kita pun minta pelindo menata konsep perparkiran supaya lebih menarik,” tutupnya.(ANDRI-SUHARDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here