Ada Karaoke Buka hingga Pagi

0
1128

Pengusaha Langgar Aturan Jam Operasional Tempat Hiburan Malam

Masih banyak tempat hiburan malam melanggar surat edaran Nomor: 331.1/481/6.2.01/2017 tentang pengaturan jam operasional tempat usaha hiburan umum pada bulan suci Ramadan 1438 H.

TANJUNGPINANG – Sejumlah pengusaha yang merupakan pemain kelas kakap, masih melakukan aktivitas di luar batas waktu ketentuan.

Padahal sebelumnya Pemerinta Kota Tanjungpinang sudah mengeluarkan surat edaran. Fakta tersebut ternyata mengusik kemarahan Wakil Wali Kota Tanjungpinang, H. Syahrul. Terlebihi ketika adanya indikasi permainan belakang layar antara oknum penegak perda (Satpol PP) Kota Tanjungpinang dengan pelaku usaha.

Baca Juga :  Tahanan Rutan Difasilitasi Telepon

”Ayah sampaikan dengan tegas, oknum-oknum Satpol PP jangan macam-macam, tolong sadar diri, ini bulan puasa sudah seharusnya menjadi tolok ukur perubahan sikap,” ujarnya dengan tegas.

Bukan tanpa alasan Syahrul menajamkan ucapanya, sebab beberapa laporan yang terjaring mengatakan setiap kali Satpol PP razia, seperti ada signal otomatis yang menyampaikan kepada sejumlah tempat hiburan untuk tutup. Jika tidak maka tetap berlangsung hingga masuk waktu dini hari.

”Sepertinya ada yang bocorkan info razia bang, karena biasanya selalu sampai subuh kok, saya kan warga sini jadi tahulah,” kata BN menjelaskan kondisi yang terjadi si tempat hiburan karaoke Shangrilla di Jalan Gudang Minyak.

Baca Juga :  Pesta Sabu Digerebek

Selain itu, tempat hiburan yang berlokasi di belakang salah satu tempat karaoke Jalan Suka Berenang juga dilaporkan betah hingga lewat pukul 12 malam, termasuk yang berada di Bintan Plaza, dan Laut Jaya. Mantan ketua PGRI ini mengaku akan segera menindak lanjuti kabar tersebut dan mengambil langkah sesuai dengan aturan yang berlaku.

”Kalau pelaku usahanya terbukti melanggar, ayah tetap berpedoman dengan hukum yang berlaku, yakni dari surat peringatan hingga pencabutan izin. Termasuk oknum Satpol-PP, jika terbukti benar, kita tetap akan proses, terlebih mereka adalah ASN,” tegas Syahrul. Sementara itu, Ketua Front Pembela Islam (FPI) Kepulauan Riau, Dedi Sanjaya, LC menyatakan dengan tegas untuk segera melakukan sweeping.

Baca Juga :  Agus Djurianto Jabat Ketua DPRD

”Kok ga tobat-tobat ya Shangrilla itu, pokoknya saya akan gandeng ormas Islam lainnya termasuk MUI untuk segera melakukan sweeping,” tegas Ustaz lulusan Gontor ini.(YOAN)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here