Ada Pria yang Sekamar dengan Tiga Cewek

0
1307
Razia: Aparat saat merazia salah satu wisma. F-yoan/tanjungpinang pos

19 Orang Terjaring Razia Mesum

Di penghujung Ramadan masih ada aktivitas mesum di Tanjungpinang. Hal itu terkuak saat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) melakukan razia dengan mengandeng Polisi Militer Angkatan Udara (POM-AU) Tanjungpinang. Ada yang diamankan satu pria sedang tidur bersama tiga orang cewek di kosan Batu 5 Bawah. Mereka langsung diangkut petugas Satpol.

TANJUNGPINANG – Malam larut semakin dekat menuju masuknya waktu sahur. Namun, belasan anggota Satpol yang disertai dengan anggota POM AU masih sigap menjelajah wisma-wisma rawan mesum dan kos-kosan.

Awak media yang turut ikut dalam iring-iringan mobil patroli gabungan tersebut juga melihat adanya mobil Dalmas yang berukuran ekstra untuk mengangkut kalau-kalau banyak yang terjaring. Sabtu, (17/6) dini hari yang dingin itu menjadi hangat dengan suasanya serius satuan gabungan yang menjalankan amanah menegakkan perda.

“Kita bergerak menuju Wisma Pesona Batu 8 atas, ya,” ujar Kepala Seksi Operasional Satpol-PP, terdengar memberikan instruksi. Berbekal surat tugas dan sepasukan yang dibawa, tim gabungan tersebut melesat di tengah kabut embun menuju lokasi yang dimaksud. Tak ayal, dalam sekejap 2 mobil patroli satpol dan 1 unit mobil POM-AU berserta DALMAS sudah nangkring di halaman wisma pesona.

“Selamat malam. Kami mohon izin untuk mengecek kamar-kamar, dalam rangka penertiban selama Ramadan sesuai dengan surat edaran walikota,” kata Kasi Ops kepada petugas jaga wisma. Dengan sabar mereka mengetuk pintu, terkadang ketukan tersebut sedikit tegas sambil diiringi nada tinggi,

“Assalamualaikum, selamat malam, mohon pintunya dibuka sebentar, kami tahu ada orang di dalam,” ujar Satpol. Hening malam di wisma menjadi riuh dengan suara gedor pintu yang tidak selaras. Dari pengamatan wartawan, ada 2 resiko yang akan diterima oleh tim gabungan tersebut, pertama adalah resiko mendapat protes penghuni kamar karena mengganggu waktu istirahatnya, karena mungkin saja esok paginya harus ada pertemuan penting yang wajib dihadiri. Atau resiko kedua, yakni berhasil meringkus pasangan tanpa identitas yang sah di mata hukum alias pasangan ilegal. Syukurnya, warga penghuni kamar sangat kooperatif, dengan sopan menunjukkan identitas, termasuk kepada pasangan ilegal.

“Kami besok mau ujian, Pak, makanya ambil kamar untuk belajar bersama,” kata pasangan mahasiswa salah satu kampus swasta di Tanjungpinng dengan wajah pucat gugup. Dari Wisma pesona saja, satuan gabungan tersebut sudah menunjukkan tanda-tanda panen raya dengan mengangkut 3 pasang tanpa identitas resmi yang sah.

Iring-iringan melesat lagi ke beberapa lokasi hingga bermuara di kos-kosan Dhesi yang beralamatkan di Jalan Brigjend Katamso, Batu 2. Kos-kosan berbentuk ruko tersebut sepintas serupa dengan labirin, aroma mesum sudah tertangkap oleh siapapun yang berkunjung ke lokasi tersebut.

Di lantai 3, kamar dengan nomor pintu C4 itu di ketuk petugas, cukup lama menunggu hingga derit pintu terdengar terbuka. Pria dengan postur gagah dan berkulit sawo matang itu keluar, sementara wanita yang belakangan diketahui bernama Yanti itu tampak terbaring lemas di kasur merah muda. Sementara pria tegap itu dengan santai merangkul petugas satpol yang bertugas sebagai dokumentasi.

“Bro, kalau bisa fotonya dihapus lah, ya, tak enak, nih,” ujarnya tanpa beban. Hal serupa dilakukannya kepundak Kasi Ops, dari hasil diskusi singkat tersebut, Suasana sedikit tegang, karena ada diskusi alot yang dilakukan, hingga Anggota Polisi Militer (POM) TNI AU, Serda Ibnu mendekati oknum TNI tersebut untuk meminta keterangan singkat.

“Maaf pak, dia biar saya yang urus saja di kantor karena dia anggota kita rupanya,” ucap Ibnu kepada Supriadi. Yanti yang semula ingin diangkut oleh Satpol PP berdalih kehilangan kunci kamarnya, hingga keputusan final memutuskan tidak hanya aoknum TNI ini, namun perempuannya juga akan diurus oleh serda Ibnu.

“Benar, oknum yang dimaksud itu dari satuan kita, makanya akan ditindak internal sesuai aturannya. Dia wajib hadir ke Pos kami demi proses tindak lanjut,” ucap Ibnu ketika dimintai keterangan wartawan di halaman markas Satpol PP pasca razia yang tercatat sebanyak 8 pria, dan 11 wanita yang terjaring malam itu. Hal ini pun juga dibenarkan Kasi Ops Satpol PP Tanjungpinang, yang mengakui bahwa oknum TNI tersebut memang tidak dibawa ke markas Satpol-PP.

“Memang ada aturannya kok, bukan karena hal lain ya,” terang Supriadi. Di tempat terpisah, Komandan Satuan Polisi Militer (Dansat pom) TNI AU, Kapten Baroto Seto menjumpai awak media untuk memberikan keterangan sekaligus mengklarifikasi dugaan masyarakat terhadap oknum yang dimaksud.

“Oknum tersebut memang benar anggota TNI, tetapi bukan dari satuan kita ya. Ini perlu saya sampaikan karena untuk menjaga nama baik kami,” jelasnya. Oknum TNI tersebut berasal dari satuan Pekanbaru-Riau, yang diduga ke Tanjungpinang dalam rangka liburan menjelang lebaran. Namun demikian, Seto tetap menyayangkan atas prilaku yang kurang baik di mata adat dan norma masyarakat.

“Yang salah, tetap harus disalahkan. Termasuk yang bersangkutan, tetapi seperti apa bentuk hukumannya berpulang kepada komandan di satuan masing-masing. Tugas saya hanya meluruskan persepsi,” paparnya.(YOAN S)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here