Adab di Era Milenial

0
480
Nurul Anwar

Oleh: Nurul Anwar
Mahasiswa Jurusan Tadris Bahasa Inggris, STAI Miftahul Ulum Tanjungpinang

Mendengar kata “Adab”, sudah tidak asing lagi bagi kita karena kata tersebut begitu familiar dalam pendengaran orang Indonesia. Banyak yang menganggap bahwa kata Adab adalah kata dari Bahasa Indonesia. Kata Adab merupakan kata serapan yang berasal dari kata Bahasa Arab yaitu “Adabun”. Yang kemudian dijadikan sebagai bagian kata dari Bahasa Indonesia. Kata “Adabun” dimaknai sebagai kehalusan dan kebaikan dalam budi pekerti, sopan santun atau tata krama. Selain itu bisa juga dimaknai sebagai norma atau aturan mengenai budi pekerti yang di dasarkan atas aturan yang berlaku dalam Agama.

Kemudian kita beranjak kepada Era Milenial yang merupakan sebuah era baru yang mengikuti perkembangan IPTEK. Selain itu, era milenial juga merupakan sebuah era yang merasuk dalam semua aspek sendi-sendi kehidupan, karena pada era ini kita mempunyai ketergantungan yang tak tidak bisa dihindarkan. Era ini menjadi sejarah baru bagi kita dan juga dituntut untuk terus berkembang mengikuti perkembangan IPTEK. Namun, kita harus mengetahui dan memahami arah perkembangan zaman tersebut. Jika tidak, maka kita akan tenggelam dalam jurang kehidupan era baru yaitu era milenial.

Melihat fenomena-fenomena yang terjadi saat ini, terutama kalangan remaja milenial. Banyak hal-hal yang keluar dari aturan dan ketentuan-ketentuan telah berlaku, mulai dari penggunaan alat transfortasi dan komunikasi hingga lifestyle (gaya hidup). Dan hal tersebut menjadi kebutuhan dan trend yang tak terhindarkan, karena semua itu telah merasuk dalam sendi-sendi kehidupan para remaja. Apalagi sekarang sudah masuk industri 4.0 yang tidak bisa lepas dari roda kehidupan para remaja bahkan anak-anak zaman now. Dengan adanya perkembangan IPTEK yang semakin maju, tentu mindset (pola fikir) para remaja akan mengikuti perkembangan tersebut.

Namun mindset (pola fikir) dari para remaja milenial banyak yang keliru dalam mengikuti perkembangan IPTEK karena lebih mengedepankan intlektualitas daripada moralitas. Sehingga banyak kriminallisasi yang terjadi di kalangan remaja. Contohnya menggunakan media sosial sebagai alat untuk saling mengolok-olok satu sama lain sebagai pemicu gesekan perpecahan. Selain dari penggunaan media sosial yang menjadi tren remaja milenial, ada hal fundamental dalam kehidupan sehar-hari yang semakin terkikis di makan oleh zaman yaitu “Moralitas”.

Pada masa ini moralitas di kalangan remaja seakan menjadi topik utama yang takkan habis untuk diperbincangkan. Sebagai contoh di kalangan pelajar terutama masa-masa pubertas, banyak berita atau informasi tawuran antar pelajar dan penyalahgunaan Narkoba. Apakah hal ini yang harus kita contoh di era milenial? Tentu bagi yang memahami pentingnya moralitas di era milenial akan mengatakan itu sangat tidak pantas untuk di contoh karena tidak sesuai atau bahkan menyimpang dari tuntunan hidup yang semestinya.

Dalam pergaulan hidup remaja milenial, moralitas seolah menjadi bahan ejekan dan hal yang kuno jika tidak mengikuti tren dan style era milenial. Padahalm moralitas adalah hal yang sangat mendasar dan paling utama yang harus dimiliki oleh remaja millenial. Kenapa begitu?, ya tentu hal itu dikarenakan oleh banyaknya tantangan zaman yang semakin mencekam dan sedikit demi sedikit mengikis moralitas.

Fenomena-fenomena diatas bukan hanya terjadi pada kalangan remaja saja, tetapi juga terjadi pada kalangan yang lain, baik di media sosial maupun media lainnya. Banyak yang menggunakan sebagai alat penipuan danalat dalam menyampaikan informasi yang tidak berdasarkan fakta dan realita yang ada, sehingga informasi hoaks bermunculan diamana-mana sebagai pemicu perpecahan satu sama lain. Dimanakah moralitas yang seharusnya dimiliki dalam menghadapi era millenial. Akankan semua itu akan sirna ditelan oleh zaman.

Fenomena-fenomena yang terjadi saat ini sangatlah miris seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih. Semua itu menjadi tantangan baru bagi kita dalam menghadapi era milenial. Pada dasarnya Adab lah yang menjadi tolak ukur utama dalam kehidupan era milenial. Adab menyatu dalam sendi-sendi kehidupan kita sebagai makhluk di muka bumi ini. jika hal itu hilang dari sendi kehidupan kita, maka kita akan tergelincir dalam perangkap zaman yang begitu indah dalam pandangan kasat mata namun itu sangat berbahaya bagi kita.

Mengapa Adab menjadi tolok ukur utama dalam kehidupan era millenial? Dalam menjalani kehidupan tentu kita terlepas dari yang namanya Agama, karna dalam semua ajaran Agama terutama Agama Islam telah mengajarkan Adab. Adab yang dimaksud adalah Adab antar sesama, lebih-lebih dengan Sang Pencipta. Bukan hanya itu saja, kita sebagai manusia tentu membutuhkan pekerjaan atau sebuah profesi dalam melangsungkan kebutuhan hidup. Semua pekerjaan dan profesi tersebut mempunyai kode etik dalam menjalankannya. Dan itulah yang dimaksud dengan Adab antar sesama.

Adab juga dapat diterjemahkan sebagai moralitas, sopan santun atau tata krama sesuai penjelasan diatas. Jawaban terhadap permasalah fenomena-fenomena diatas adalah kembali kepada diri kita masing-masing yang hidup di zaman millenial ini. Ada sebuah perkataan dari Ahli Hikmah mengatakan “Al-Adabu Qoblal Iilmi”, penggalan kata ini dapat diterjemahkan dengan “Moralitas sebelum Intelektualitas”. ini adalah sebuah pesan moral yang sangat berharga untuk kita semua dalam menghadapi era millenial. Dan ini juga sangat berharga bagi seorang yang menuliskan goreskan kata-kata ini. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here