Ade Angga Latih Siswa Bahasa Inggris

0
416
GURU TAMU: Ade Angga (kiri), Simon Awantoko dan Hendy Amerta saat menjadi guru tamu di SMPN 11 Tanjungpinang, Kamis (23/2). f-MARTUNAS/tanjungpinang pos

Tiga Dewan Jadi Guru Tamu di SMPN 11 Tanjungpinang Kota

Tanjungpinang – Hujan turun tak menyurutkan niat Wakil Ketua I DPRD Tanjungpinang, Ade Angga didampingi anggota Komisi I DPRD Tanjungpinang, Simon Awantoko beserta Hendy Amerta mengunjungi SMPN 11 Tanjungpinang, Kamis (23/2) di Senggarang.

Bahkan, secara bergantian mendatangi beberapa kelas di sekolah itu. Saat itu, Ade Angga sempat melatih siswa praktik Bahasa Inggris.

Ada tiga lokal yang dikunjungi untuk memberikan semangat yaitu siswa yang sedang belajar Bahasa Inggris, Matematika dan Sejarah.

Menjadi guru tamu sebenarnya di luar dari perencanaan, mereka datang niatnya ingin melihat dan mengetahui kondisi sekolah tersebut. Apalagi berada di kawasan Daerah Pemilihan (Dapil) Tanjungpinang Kota, yang menjadi konstituen mereka bertiga.

Dalam kesempatan itu, Ade Angga memberikan motivasi kepada siswa. Setelah lulus nanti harus melanjutkan ke jenjang pendidikan SMA atau SMK. Inilah bekal siswa agar siap bekerja atau kembali melanjutkan pendidikan kuliah sesuai dengan minat dan kemampuan.

Para siswa sempat ditanya, apakah setelah lulus akan melanjutkan pendidikan? Secara serentak siswa menjawab ia. Mendengar itu, Ade Angga beserta Simon Awantoko dan Hendy Amerta merasa bangga. Ini artinya, siswa memiliki semangat untuk menyongsong masa depan.

”Kalianlah nantinya yang melanjutkan kemajuan bangsa ini. Bisa menjadi anggota DPRD, wali kota mau pun profesi lainnya,” ujarnya di depan para siswa.

Meski demikian, ada keprihatinan para anggota DPRD tersebut terkait kondisi bangunan sekolah. Secara keseluruhan memang masih bisa digunakan. Hanya saja, saat hujan turun, kelas tergenang air karena tetesan air hujan yang turun.

Beberapa plafon sekolah tersebut sudah rusak. Bukan tidak diperbaiki, pihak sekolah sudah berusaha dengan menempel beberapa triplek, meski demikian, masih tetap bocor karena perlu diganti atap.

Bukan hanya persoalan plafon yang bocor, namun kondisi meja dan kursi siswa tidak semuanya bagus. Perlu perbaikan, meski demikian, pihak sekolah menilai itu belum prioritas, sebab terpenting atap bangunan yang bocor bisa diganti.

”Kalau kelas masih bisa dipakai seluruhnya, hanya saja ada beberapa ruangan plafonnya bocor. Jadi kalau hujan seperti saat ini, air menetes ke lantai,” ungkapnya.

Mengetahui hal itu, Ade Angga meminta nantinya dapat dibahas di Komisi I DPRD Tanjungpinang, agar bisa dialokasikan perbaikannya. Sehingga ke depan siswa dapat melaksanakan proses belajar dengan nyaman.

Hendy Amerta sebelumnya, telah melakukan kunjungan atau reses ke sekolah tersebut, dari hasil komunikasi di APBD Murni 2017 ini dialokasikan anggaran sekitar Rp 180 juta untuk perbaikan lapangan upacara.

”Dulu saya meninjau sekolah ini, tepatnya pas siswa pelaksanaan UN. Jadi dari hasil komunikasi, pihak sekolah meminta agar lapangan segera di paving block. Jika tidak, saat hujan turun, ada genangan air,” paparnya.

Ade Angga menuturkan, nanti Simon dan Hendy yang membahas ini, namun sudah dicatat agar diperbaiki.

”Nanati mohon diingatkan sebelum pembahasan APBD Perubahan 2016 ini. Jika anggarannya tidak besar, bisa dialokasikan namun bila lebih dari Rp 200 juta maka dianggarkan di APBD Murni 2018 mendatang,” paparnya.

Dari luar kondisi sekolah sudah bagus namun ada beberapa masalah lain yang perlu diselesaikan. Yaitu kekurangan air bersih. Hampir setiap hari pihak sekolah membeli air, apalagi memasuki masa kemarau.

Bahkan dulu, water close-nya tak layak untuk digunakan, karena tidak bersih. Kini, sudah lebih baik namun harus mengeluarkan dana pembelian air.

Untuk sementara, menunggu adanya pembangunan sumber air, maka Simon Awantoko bersedia memberikan bantuan air melalui mobil tangki air miliknya.

Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya (CK) Dinas Pekerjaan Umum (PU) Tanjungpinang, M Irfan menuturkan, tahun ini, melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) akan dibangun sumur bor, tepat di depan sekolah. Anggaran yang disediakan sekitar Rp 1,3 miliar.

”Pembangunannya mungkin sekitar enam bulan. Maka pihak sekolah harus bersabar menunggu sampai pekerjaan selesai,” ungkapnya.

Diakuinya, di kawasan Kampung Bugis sudah ada SPAM, hanya saja belum diketahui apakah nantinya bisa dialiri atau tidak ke sekolah tersebut.

Sebab posisi SPAM didataran rendah, sedangkan sekolah agak tinggi. Tekait hal ini, perlu kembali meninjau kelapangan.

”Kalau menurut saya lebih baik bersabar saja menunggu, karena jika harus dipaksakan mengaliri, khawatirnya rugi karena harus membeli selang dan alat lainnya. Tapi perlu juga dilihat kondisinya,” tuturnya.

Kepala SMPN 11 Tanjungpinang, Dra Mulia Wiwin MPd sangat mengapresiasi kunjungan dewan ini. Bahkan merasa sangat diperhatikan dan menjadi semangat untuk memberikan pendidikan yang lebih baik ke depannya.

”Pemko melalui Dinas Pendidikan terus berupaya memberikan perhatian. Dengan adanya kunjungan DPRD, maka mempererat tali silaturahmi antar sesama,” ungkapnya singkat.(DESI LIZA PURBA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here