Adik Ansar Resmi Gantikan Lamen

0
637
PENGAMBILAN SUMPAH: Nesar Ahmad melakukan prosesi pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan sebagai Ketua DPRD Bintan, menggantikan Lamen Sarihi, melalui paripurna istimewa, di Kantor Bintan Buyu, Selasa (17/10) sore. f-Jendaras/tanjungpinang pos

BINTAN – NESAR Ahmad adik dari mantan Bupati Bintan H Ansar Ahmad, resmi menjadi sebagai Ketua DPRD Bintan sisa masa jabatan periode 2014-2019, menggantikan Lamen Sarihi. Sudah saatnya Nesar Ahmad sebagai putra daerah menjabat di lembaga wakil rakyat tersebut.

Nesar Ahmad dilantik sebagai Ketua DPRD Bintan menggantikan Lamen Sarihi, melalui paripurna istimewa DPRD Bintan yang dipimpin oleh Agus Wibowo dan Trijono, Selasa (17/10) sore kemarin, di Kantor Bintan Buyu. Pengambilan sumpah dilakukan oleh Ketua Pengadilan Negeri Tanjungpinang, disaksikan oleh Bupati Bintan H Apri Sujadi, Wabup H Dalmasri Syam, Sekda Adi Prihantara, anggota DPRD Bintan, pimpinan FKPD, pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Bintan, Hj Dewi Kumalasari Ansar dan undangan lainnya. Namun, Lamen Sarihi tidak menghadiri pengambilan sumpah jabatan ini.

”Semoga menjalankan tugas buat Adek Nesar, sebagai ketua dewan,” kata Dewi Kumalasari Ansar, mewakili keluarga Nesar Ahmad usai pengambilan sumpah dan pelantikan jabatan tersebut.

Wakil Ketua DPRD Bintan Agus Wibowo menegaskan, pimpinan DPRD Kabupaten Bintan telah menyurati Pemprov Kepri, Dirjen Otda dan Mendagri usai menerima SK Gubernur Kepri, tentang pemberhentian Lamen Sarihi dan pengangkatan Nesar Ahmad. Namun, pihak terkait tidak ada membalas atau memberikan surat penegasan yang menyatakan penundaan pelantikan Nesar Ahmad.

Baca Juga :  2017, Rumah Pegawai Dibangun 1.500 Unit

”Artinya, kami selaku pimpinan DPRD Bintan berpedoman kepada SK Gubernur Kepri. Sehingga, Pak Nesar Ahmad dilantik sebagai Ketua DPRD Bintan sisa masa jabatan periode 2014-2019, hari ini (kemarin,red),” tegas Agus Wibowo.

SK Gubernur Kepri tambah Agus Wibowo, adalah menjadi landasan yang sangat mendasar, dan substansi untuk pengangkatan jabatan Ketua DPRD Bintan. ”Kami menjalankan proses pemberhentian dan pengangkatan jabatan ketua ini, sesuai dengan prosedur dan hasil konsultasi dengan semua pihak terkait. Terakhir, kami berpedoman kepada SK Gubernur Kepri,” jelasnya lagi.

Bupati Bintan H Apri Sujadi berharap, Pemkab Bintan dengan DPRD Bintan terus bersinergi dalam membangun daerah. ”Kita menyambut baik pergantian pimpinan DPRD Bintan tersebut. Pergantian ini harus membuat DPRD menjadi lebih baik lagi ke depannya,” ujar H Apri Sujadi.

Baca Juga :  Lansia Semringah Dikunjungi Polisi

Ketua DPRD Bintan yang baru, Nesar Ahmad berjanji akan melakukan koordinasi sesegera mungkin dengan anggota, dan ketua sebelumnya. Nesar setelah menjabat Ketua DPRD Bintan itu juga berjanji akan menjalankan perintah dan amanah partainya. ”Ini amanah partai, saya harus siap jalankan. Besok akan saya komunikasikan dengan semua anggota DPRD, dan juga Pak Lamen,” kata Nesar Ahmad.

Tak Ada Kekeliruan
Di lain pihak, Kepala Biro Hukum Setdaprov Kepri Heri Mukhrizal menyatakan, SK Gubernur Kepri tentang pemberhentian jabatan Lamen Sarihi dari Ketua DPRD Bintan tidak ada kekeliruan, sebelum ditandatangani oleh Nurdin Basirun.

Ia menjelaskan, setelah SK gubernur itu terbit, ada permintaan dari DPRD Bintan melalui surat yang ditandatangi Agus Wibowo. ”Sekarang, beliau (Agus) itu kan salah satu ketua. Jabatan ketua itu kan kolektif kolegial,” tegas Heri.

Heri menerangkan, jika salah satu ketua tidak bisa menandatangani, ketua lain berhak membubuhkan tanda tangan. Yang tidak boleh itu, nama Lamen tapi ditandatangani oleh Agus Wibowo. Untuk SK gubernur ini, yang tertera di surat itu nama Agus Wibowo. Dan yang menandatangani adalah Agus Wibowo selaku wakil ketua.

Baca Juga :  Damkar Evakuasi Ular Cincin Berbisa

”Ini dibenarkan. Makanya dikeluarkan lah SK pemberhentian Lamen Sarihi dan pengangkatan Nesar Ahmas tersebut. Dan itu, ada buktinya. Kemudian, untuk melakukan pelantikan, mereka (DPRD Bintan) kan sudah paripurna, lewat paripurna itu kemudian untuk dilakukan PAW,” terang Heri.

Sebelumnya, Lamen Sarihi melaporkan tentang SK Gubernur Kepri kepada Polres Bintan untuk mengusut dugaan pemalsuan surat atas nama dirinya. Lamen mengungkapkan, dari laporan yang diajukan itu, bakal ada beberapa saksi yang nantinya dipanggil oleh Polres Bintan. Dari pemeriksaan itu, akan diketahui siapa yang menjadi terlapor. Saksi itu bisa seperti Biro Pemerintahan atau Biro Hukum Setdaprov Kepri.(yendi – jendaras – Suhardi)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here