Adu Strategi di Dapil Kepri

0
286

Bertambahnya kursi DPR RI dapil Kepri dari tiga  kursi di Pemilu 2014 jadi empat kursi di 2019 menambah daya tarik peta politik. Adu strategi tiap partai sangat menentukan guna mendapatkan kursi.

TANJUNGPINNAG -Pemilu 2019 disebut sebut pemilu paling rumit di dunia. Bukan hanya soal banyaknya penyelenggara yang terlibat dalam pemilu, tapi juga jumlah surat suara lima lembar menjadi pemilu 2019 akan memecahkan rekor dunia. Tak ada negara lain yang memilih dalam satu hari lima pilihan. Kemudian lebih dari 800 ribu TPS menjadikan Indonesia sebagai negara  dengan jumlah TPS  terbanyak.

Ditambah banyaknya jumlah caleg yang ikut serta meramaikan pemilu. Dan lamanya proses penghitungan dari TPS, ke PPK dan KPU hingga KPU RI menambah pemilu Indonesia kiat rumit.

Dan persaingan merebut kursi di Kepri pun tambah kompetitif. Berdasarkan dari hasil pemilu 2014, wakil rakyat dari Kepri pertama dikuasai oleh PAN, PDIP dan kursi ketiga diraih Nasdem. PAN menempatkan Asman Abnur menjadi wakil rakyat dari Kepri  dengan perolehan suara di atas 120 ribu. Sedangkan PDIP melalui Dwi Ria Latifa politisi perempuan asal Karimun. Sedangkan Nasdem diperoleh Nyat Kadir mantan walikota Batam. Sedangkan kursi keempat diraih Golkar dengan caleg Harry Azhar Azis.

Namun karena kursi hanya tiga, maka Harry Azhar Azis gagal kembali ke Senayan karena karena kalah 500 suara dari Nasdem di gugatan Mahkamah Konstitusi. Tak terpilih menjadi anggota DPR RI malah membuat Harry bersyukur karena dirinya terpilih menjadi Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Kini, di Pemilu 2019, Demokrat yang pernah mendapatkan kursi di Pemilu 2009 dan kehilangan kursi di Pemilu 2014. Untuk tidak kehilangan lagi, maka partai SBY itu memasang caleg-caleg yang sudah punya nama di Kepri dan nasional.

Misalnya di nomor urut 1, Demokrat menempatkan Husnizar Hood. Wakil Ketua DPRD provinsi Kepri itu ditemani oleh Aida Ismeth, mantan anggota DPD dari Kepri dua periode. Lalu ada nama Susi Susilawati, anggota DPRD Provinsi Kepri. Dan yang terakhir ada nama Jenderal Nasir, purnawirawan TNI. Nama- nama dari Demokrat bukan sembarang orang. M Nasir merupakan jenderal kelahiran Lingga. Yang mampu memecah lumbung suara Nasdem dari Lingga. ”Tentu dengan empat caleg yang merata, mudah mudahan Demokrat dapat memperoleh kursi lagi,” kata Husnizar Hood, Minggu (9/12) di Tanjungpinang.

Mau kursi ke tiga keempat, atau yang pertama yang penting, kata dia, Demokrat tetap dapat kursi. Komposisi menggabungkan caleg pusat dan daerah menyebabkan Demokrat yakin bisa mendapatkan salah satu kursi. Nizar yakin Aida Ismeth memiliki basis suara di Batam, karena pemilih Batam masih ingat Aida Ismeth. Sedangkan Susi pernah menjadi anggota DPRD Bintan lalu ke DPRD Provinsi Kepri dapil Bintan diharapkan mendulang suara dari dapil Bintan.

Apalagi Bupati Bintan saat ini Apri Sujadi merupakan kader Demokrat yang membuat suara Demokrat akan bertambah. Kontribusi Apri terhadap pembangunan Bintan juga mulai dirasakan masyarakat Bintan. Sedangkan Husnizar akan mendapatkan suara dari Tanjungpinang dan Karimun. Karena abangnya Hardi Hood maju ke DPD selama dua periode banyak dukungan dari Karimun. Di Tanjungpinang Husnizar yakin mendapatkan banyak dukungan dari warga. Peran abangnya Huzrin Hood juga tak bisa dipandang sebelah mata. Tokoh pejuang Provinsi Kepri itu juga mulai menjual Nizar untuk duduk di Senayan.

Sedangkan Nasdem menambah kekuatan dengannya menarik Djasarmen Purba, saat ini anggota DPD-RI untuk bergabung ke partai Surya Paloh itu. Dengan adanya duet Nyat Kadir yang akan fokus di dapil Lingga dan Batam dan diprediksi meraup suara pemilih Melayu di Batam membuat Nasdem yakin dapat satu kursi. Ketua Nasdem Provinsi Kepri Nurdin Basirun pun tetap yakin Nasdem bisa mempertahankan kursi. Ditambah basis massa Djasarmen Purba dari suku Batak menambah keyakinan Nasdem mampu mempertahankan kursi.

Djasarmen sudah dua periode terpilih DPD RI dengan mengandalkan pemilih di Batam. Mantan anggota DPRD kota Batam itu pindah kamar bersaing dengan Nyat Kadir untuk merebut kursi DPR.

Sedangkan dari PDIP, masuknya kembali Ria Latifa membuat kader Partai Megawati tetap yakin. Walupun ada beberapa kalangan meragukan PDIP kembali meraih kursi karena kerasnya. Bahkan dengan serentaknya Pemilu Presiden dan legislatif membuat Ketua DPD PDIP Kepri Soerya Respationo yakin PDIP akan memenangkan kompetisi hingga 70 persen untuk presiden dan dan tentunya menang di kursi DPR.

Target PDIP menang di pilpres di Kepri, menang di kursi DPRD Provinsi Kepri dan kabupaten kota Se Kepri.

Sementara Golkar yang kehilangan kursi di Pemilu 2014, kali ini memasang mantan Bupati Bintan Ansar Ahmad. Ketua DPD Golkar Kepri itu akan ditemani Raja Astagina yang saat ini anggota DPRD Provinsi Kepri. Banyak kalangan meyebutkan, Ansar berpeluang untuk mendapatkan kursi DPR RI karena memang sudah dikenal publik Kepri. Dan saat memimpin Bintan, menunjukkan hasil kerja yang baik. Namun, caleg caleg pendukung Ansar nomor dua hingga nomor empat tidak banyak dikenal publik. Hal itu menyebabkan Ansar harus kerja ekstra kampanye di Kepri.

Menurut Agustar, Sekretaris DPD Golkar Kepri, dalam setiap pertarungan politik Partai Golkar senantiasa optimistis, upaya maksimal dengan target prima. Oleh karena itu dalam perjuangan partai tidak pernah mengajarkan bermimpi untuk jadi nomor dua atau di bawahnya. Hal yang selalu menjadi dialektika bagi Partai Golkar adalah akankah pertarungan tersebut berlangsung “fairness” atau tidak?” Fokus interest politik kita tidak lagi pada proyeksi cita-cita, tapi bagaimana proses politik itu berlangsung tanpa saling merugikan,” kata dokter hewan alumni IPB ini.

Dikatakannya, konsep perjuangan politik Golkar bukan bersifat  individual-parsial, tetapi sinergitas-kolegial. Kalau setiap caleg berjuang maksimal itu iya. Tetapi konsep berjuangan politik itu harus terukur dan terstruktur, sehingga yang terjadi ada sistem “kerja cerdas” bukan sekedar kerja keras.

”Kalau sekedar kerja keras, kerbau pun bisa kerja keras, tapi hasil maksimal yg dicapai paling membajak sawah. Oleh karena itu saya selalu mengatakan kerja partai harus kerja cerdas,” ujar mantan anggota KPU Batam itu.

Sedangkan Asman Abnur dari PAN disebut sebut akan dengan mudah kembali ke Senayan. Apalagi saat ini Ansar didampingi oleh anggota DPR RI dari PAN yang mengganti Asman saat ditunjuk Jokowi menjadi MenPAN. Tentu bagi masyarakat Kepri nama Asman Abnur bukan asing. Asman setiap mencalonkan dari Kepri selalu terpilih. Pun ketika dia mencalonkan diri di Riau.(PATRIA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here