Ady Pawennari Ditetapkan sebagai Sekjen AISKI

0
715
KETUA Umum AISKI Efli Ramli (kanan) menyerahkan SK penetapan Ady Indra Pawennari sebagai Sekjen AISKI di Hotel Grandhika, Jakarta, Sabtu lalu.f-istimewa

TANJUNGPINANG – Direktur Utama PT Multi Coco Indonesia asal Provinsi Kepri Ady Indra Pawennari, ditetapkan sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asosiasi Industri Sabut Kelapa Indonesia (AISKI). Selama ini, Ady memproduksi sabut kelapa menjadi pupuk organik dan bahan dasar dalam pengolahan lahan untuk usaha pertanian.

Penetapan Ady sebagai Sekjen AISKI tersebut berdasarkan Surat Keputusan Ketua Umum Badan Pimpinan Pusat AISKI, Efli Ramli, Nomor : 01/ SK/ BPP-AISKI/ III/ 2018, tanggal 22 Maret 2018.

”Surat Keputusan Ketua Umum BPP AISKI tentang penetapan saya sebagai Sekjen itu, sudah saya terima, di Jakarta, Sabtu lalu,” ungkap Ady kepada Tanjungpinang Pos, Senin (26/3) kemarin.

Baca Juga :  Kementan Antisipasi Penurunan Harga Cabai

Ady menilai, penetapan dirinya sebagai Sekjen AISKI bukan sesuatu yang luar biasa. Sebab, selama di AISKI, Ady sudah punya pengalaman sebagai Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang).

”Kan periode sebelumnya saya sudah Ketua Bidang Litbang. Di masa itu, saya dan Sekjen sukses mengantarkan kerjasama AISKI dengan BPPT di bidang rekayasa teknologi sabut kelapa, untuk revegetasi lahan kritis dan lahan pascatambang,” katanya.

Sebelumnya, Ady Indra Pawennari juga menjadi pioner dalam pemanfaatan lahan ekstambang bauksit di kawasan Senggarang dan sekitarnya. Bahkan, Korem 033/WP Kepri memanfaatkan lahan bekas tambang bauksit, dengan menggunakan media cocopeat yang diproduksi perusahaan Ady.

Baca Juga :  Naik Sriwijaya, Guru Dapat Diskon

”Saya berharap, petani di kawasan Tanjungpinang Timur, Seitimun, Senggarang dan seluruh wilayah Kepri bisa memanfaatkan media dari bahan sabut kelapa ini,” tambahnya.

Ketua Umum AISKI, Efli Ramli, berharap di bawah tangan dingin Ady Indra Pawennari, AISKI bisa berkembang lebih maju lagi. Apalagi, di era ketatnya persaingan di pasar global seperti saat ini, asosiasi dituntut kreatif dan inovatif. (fre)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here