Agama Jangan Dijadikan Alat Politik

0
586
Raja Ariza, Kemenag Tanjungpinang dan tokoh agama foto bersama usai deklarasi damai di Asrama Haji beberapa hari lalu.F-Andri Dwi S/TANJUNGPINANG POS

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tanjungpinang, H Erman Zaruddin mengimbau masyarakat tak menyalahgunakan agama di tahun politik.

TANJUNGPINANG – ”Intinya agama tak boleh digunakan sebagai alat politik,” kata H Erman Zaruddin, kemarin.

Ia menyebut, banyak kalangan tertentu yang memanfaatkan isu agama untuk kepentingan politik praktis. Ia mengingatkan agama harus dibawakan ke substansi dan esensi yang sebenarnya, yakni perdamaian.

”Sesama umat manusia tetap mampu menjaga harkat, martabat kemanusiaan semua,” ujarya.

Zaruddin menegaskan, Kemenag tidak ingin para tokoh agama hingga pengurus rumah ibadah dikenakan sanksi dimomen politik. Pasalnya, para tokoh agama serta pengurus rumah ibadah tidak tahu kalau ada UU Nomor 7 tahun 2017 tentang pemilihan umum di pasal 280 ayat 1 huruf h, berbunyi pelaksana, peserta, dan tim kampanye pemilu dilarang menggunakan fasilitas pemerintah, tempat ibadah, dan tempat pendidikan.

Baca Juga :  Bawaslu Tertibkan APK yang Tak Sesuai Aturan

”Saya ingin Pilwako Tanjungpinang berjalan aman dan kondusif,” tegasnya.

Oleh karena itu, Erman Zaruddin berpesan, jangan sampai rumah ibadah dijadikan ajang kampanye para pasangan calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang yang sudah menjadi peserta Pilwako Tanjungpinang. Baik itu dari paslon nomor urut 1, H Syahrul-Rahma maupun paslon nomor 2, H Lis Darmansyah dan Maya Suryanti.

Erman berpesan lagi, agama jangan dicampur adukkan dengan politik. Jadikan, agama untuk pedoman para dua paslon Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang.

Baca Juga :  Lobi-lobi Parpol Stagnan

Karena agama melarang adanya politik uang dan melakukan kampanye hitam. Sambung dia, selain itu, agama juga melarang orang untuk saling hina atau memfitnah satu dengan lainnya.

”Apa lagi membuat isu sara. Agama melarang itu semua,” sebut dia.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Walikota Tanjungpinang, Raja Ariza mengatakan, deklarasi damai yang dilakukan Kemenag Kota Tanjungpinang, salah satu lanjutan kesepakatan yang sudah dilakukan pemerintah dengan Kapolres, KPU, Panwaslu Kota Tanjungpinang hingga dua pasangan calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang, nomor urut 1 dan 2, yakni H Syahrul-rahma dan H Lis Darmansyah-Maya Suryanti.

Baca Juga :  Lis dan Syahrul Peluang Head to Head di Pilkada

Ini juga tugas Kemenag untuk melakukan kesepakatan dengan para tokoh agama hingga pengurus rumah ibadah se-Kota Tanjungpinang. ”Kita (pemerintah, red) sangat kosentrasi terhadap Pilwako Tanjungpinang. Karena kita ingin menciptakan Pilkada di Tanjungpinang dengan damai dan aman,” sebut dia.(ANDRI DS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here