Agar Rapi, Pengelola Pasar Buat Marka Parkir

0
83
Kendaraan disusun beradarkan marka parkir yang dibuat pengelola.

TANJUNGPINANG – Pengelola Pasar Tradisonal Bintan Centre mulai memasang marka parkir kendaraan roda dua dan roda empat di pelatarannya. Tujunnya, agar kendaraan pengujung dan pedagang bisa tertata rapi.

Hal ini dilakukan setelah kunjungan Wakil Walikota Tanjungpinang, Hj Rahma memantau kebersihan lingkungan, beberapa waktu lalu. Dilakukan dalam rangka mengikuti penilaian kota sehat yang dilaksanakan Kementerian Kesehatan melalui Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang.

“Kita terus bersinergi dengan berbagai stake holder terkait pembenahan. Tujuannya memberi kenyaman kepada pengedara dan memudahkan petugas parkir mengatur,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, Rabu (13/3) di sela-sela mengikuti undangan Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita dalam acara Peresmian dan Penyerahan Penghargaan Pasar Rakyat Indonesia serta pembukaan rapat kerja Kementerian Perdagangan Tahun 2019 di ICE BSD Tangerang.

Dituturkannya, selain pembuatan marka parkir, peningkatan kebersihan lingkungan dan penataan pedagang juga perlu dilakukan.Ini dinilai penting, agar Pasar Bintan Centre tetap menjadi pilihan masyarakat berbelanja.

“Tidak ada tujuan lain, hanya ingin pasar ini tetap diminati. Bersih dan tertata sebagai mana mestinya,” tuturnya.

Pengelola Pasar Bincen, Jasmin menuturkan, pembuatan marka parkir masih bertahap. Dimulai, Selasa (12/3) sore dan akan dilanjutkan sampai dengan selesai.
“Kami sudah mulai membuat tanda lokasi larangan parkir, membuat lokasi parkir kendaraan roda dua dan roda empat. Meskipun belum maksimal dan rapi sekarang,” ucapnya.

Terkait penataan pedagang akan dimulai efektif 15 Maret ini. Dihimbau kepada pedagang menata kios dan meja pasar sesuai seperti semula.
“Tidak ada lagi penambahan meja gantung biar rapi,” paparnya.

Disinggung mengenai kebersihan, ia mengaku petugasnya setiap sore selalu membersihkan sesudah pedagang pulang. Ini menjadi tanggung jawab pengelola karena pedagang dikenakan biaya Rp8 ribu perhari untuk kebersihan dan keamanan serta airnya.

Untuk diketahui, ada sekitar 200 lebih pedagang di Pasar Bincen tersebut. Diperkirakan per hari, pengelola memungut sekitar Rp2,4 juta atau Rp 48 juta per bulan. Hj Rahma menilai, wajar jika kebersihan lingkungan perlu ditingkatkan pengelola karena dipungut dari pedagang.

“Ini kan dikelola swasta jadi tanggung jawab mereka. Bila ini milik Pemko maka kita meminta bantuan petugas kebersihan,” tuturnya.

Ia berharap pengelola bisa berkomitmen memberikan rasa nyaman serta aman bagi pedagang berjualan. Serta bagi pedagang bisa mengikuti aturan ditetapkan. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here