Agus Minta RSUD Dipugar Total

0
122
Anggota Komisi I DPRD Tanjungpinang Agus Djurianto

TANJUNGPINANG – Gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tanjungpinang sudah lama dan disarankan agar dipugar total.

Anggota Komisi I DPRD Kota Tanjungpinang, Agus Djurianto, mengatakan, pemugaran gedung itu perlu direncanakan dengan baik karena bagian peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Ia menuturkan, banyak masyarakat yang mengeluh ruang tunggu yang tidak representatif begitu juga dengan beberapa ruang poli lainnya.

“Pasien yang datang tentu menginginkan pelayanan yang baik. Mulai dari ruang tunggu, poli serta ruang inap bagi yang butuh sesuai indikasi medis. Kondisinya sekarang kan perlu perbaikan,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos saat berbincang.

Agus menuturkan, perubahan yang paling cepat berdampak dan terlihat nyata bagi masyarakat tentu bangunan fisik. Selain pelayanan dari tenaga medis yang kini perlu terus ditingkatkan.

Politisi PDIP ini menuturkan, sudah pernah ada Detailed Engineering Design (DED) pembangunan rumah sakit yang baru tersebut. Informasi yang diterimanya, dibantu dibantu Provinsi Kepri.

Menurutnya, itu bisa menjadi acuan yang dipakai Pemko untuk membangun rumah sakit tersebut.

”Mungkin hanya butuh review atau perubahan-perubahan perencanaan saja. Tapi ini bisa dipakai sebagai dasar merubah bangunan di rumah sakit bisa lebih baik,” ucapnya.

Dituturkannya, membangun rumah sakit butuh biaya besar, diperkirakan membutuhkan anggaran berkisar Rp140-150 miliar.

Dari nilai itu, diyakini APBD Pemko Tanjungpinang tidak mampu sekaligus, namun menurutnya bukan berarti tidak bisa. Upaya peningkatan pelayanan kesehatan dan kebutuhan masyarakat maka perlu serius membahas.

Ia mencotohkan, Pemko harus komitmen membantu pembangunan minimal Rp50 milar dan sisanya bisa meminta bantuan ke pusat.

Agus menambahkan, bila tidak ada perubahan perwajahan di rumah sakit, ia menilai pemerintahan sekarang pun akan dianggap kurang berhasil meningkatkan pelayanan. Sebab tidak ada perubahan yang signifikan khususnya di bidang infrastuktur.

Menurutnya, kini RSUD Kota Tanjungpinang bukan menjadi rujukan bagi masyarakat di pulau-pulau saat sakit, melainkan mereka memilih ke Batam.

Ini yang menjadi tantangan, ke depan rumah sakit yang disiapkan bisa bersaing. Bukan hanya dengan RS Batam melainkan juga RS di Malaysia yang kini banyak dikunjungi nasyarakat Tanjungpinang.

”Kalau menurut data, kebanyakan masyarakat Tanjungpinang berkunjung ke Malaysia juga berobat. Ini kan berarti pelayanan di rumah sakit kita masih kurang. Ini yang harus dibahas dan diselesaikan,” ucapnya.

Dituturkannya, mungkin masalah alat yang membuat tenaga medis sulit menganalisis penyakit pasien serta fasilitas lainnya seperti ruang tunggu dan lain-lain.

”Kita memimpikan rumah sakit yang bagus. Membuat pasien terkesan dan merasa mendapatkan fasilitas terbaik,” ucapnya.(dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here