Agustus, Jembatan I Dompak Mulus

0
550
Hendrija

Dompak – Pembangunan Jembatan 1 Dompak dilanjutkan tahun 2017 ini. Pembangunan ini merupakan tahapan finishing. Hanya saja, tahapan finishing ini dilakukan secara bertahap lantaran keterbatasan biaya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pemprov Kepri, Abu Bakar melalui Kabid Bina Marga Dinas PU Pemprov Kepri, Hendrija mengatakan, total biaya finishing Jembatan I Dompak sekitar Rp 26 miliar.

Namun, tahun ini baru dialokasikan sekitar Rp 11 miliar untuk berbagai kegiatan seperti pengaspalan jembatan, pemasangan pagar pedestrian, marka jalan, expansion joint, lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) dan pemasangan gerbang.

Finishing tahap berikutnya adalah pengecatan jembatan termasuk pemasangan ornamen Melayu di jembatan hingga pengecatan tiang jembatan. Kemungkinan tahap ini dilanjutkan tahun depan.

Dijelaskan Hendrija, setelah penyerahan DPA (Daftar Pengunaan Anggaran), maka pihaknya langsung bekerja melelang sejumlah kegiatan pengerjaan jembatan.

Prosesnya tidak lama lagi. Sehingga, ia memperkirakan Maret nanti sudah bisa dimulai tahapan pengumuman kegiatan hingga tender proyek. Dengan demikian, pekerjaan bisa dilakukan secepatnya.

Apalagi, pengerjaan kegiatan di Jembatan I Dompak untuk tahap finishing tidak lama karena tinggal tahap penyelesaian. Misalnya, pengaspalan paling satu atau dua bulan.

”Kalau Mei mungkin sudah bisa jalan. Tapi Agustus lah paling lama sudah diaspal. Bisa saja Juni atau Juli sudah selesai. Makanya, saya sebut paling lambat Agustus. Pengaspalan itu tidak lama apalagi kalau cuaca bagus,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, kemarin.

Dilanjutkannya, semua kegiatan pembangunan Jembatan I Dompak tahun ini merupakan rekomendasi tim Komisi Keamanan Jembatan Terowongan Jalan (KKJTJ) Kementerian Pekerjaan Umum.

”Prioritas kita sesuai rekomendasi KKJTJ. Mereka minta hal-hal terpenting dulu mulai dari pengaspalan, pemasangan pagar, pemasangan lampu di pedestrian, PJU, marka jalan hingga expansion joint,” bebernya.

Setelah semua ini beres, tim KKJTJ akan turun ke lapangan untuk melakukan uji beban jembatan sekaligus kelayakan untuk kemudian disertifikasi keamanannya.

Sertifikasi itu sangat diperlukan agar pemanfaatan jembatan bisa lebih luas. Pemanfaatan itu, misalnya, masyarakat sudah bisa menggunakan pedestrian.

”Jadi kalau masyarakat bertanya kapan pedestrian bisa digunakan, kita pasang pagar dulu. Kita pasang lampunya. Dan kita tunggu sertifikasinya,” katanya.

Ia juga tak mau gegabah membuka pedestrian untuk umum sebelum sertifikasi dari KKJTJ. Karena dirinya bisa disalahkan apabila terjadi apa-apa. Sertifikasi itu menjadi jaminan bagi pemprov.(MARTUNAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here