Ahli Tiongkok Bikin Tambak Canggih di Bintan

0
2209
KINCIR AIR: Peralatan canggih kincir air menggerak air tambang udang berteknologi modern, di Malang Rapat. F-ISTIMEWA

BINTAN – TIGA orang tenaga ahli perikanan asal negara Tiongkok, membikin tambak udang berteknologi canggih. Selain memproduksi udang untuk perhotelan, tambak berteknologi canggih ini bisa mendorong kunjungan turis asing.

Tambak udang berteknologi canggih ini menggunakan polybag. Tambak dibangun bukan dengan cara menggali lubang, atau dibuat di atas permukaan laut. Tapi, tambak udang milik Bintan Agro Beach Resort Km 36 Trikora ini, dibangun di atas tanah yang tidak merusak ekosistem.

”Tambak dengan berteknologi canggih ini, mungkin yang pertama di daerah kita. Untuk membikinnya, kami datangkan tenaga ahli perikanan dari Tiongkok. Mereka bekerja di tempat kami, bukan datang sebagai turis,” kata Rinaldi, Manager Operational Bintan Agro Beach Resort Km 36 Kawal, Jumat (24/11) kemarin.

Rinaldi menjelaskan, tambak udang itu dirancang dan dibuat di atas permukaan. Bahan tambak ini dari polybag besar, yang dirancang menyerupai kolam dengan semenisasi. Ketinggian dari atas permukaan tanah sekitar 1 meter. Di dalam tambak atau kolam ini, disediakan kincir angin untuk menggerakkan air dan pengaturan udara di dalam air. Karena, budi daya udang harus di daerah air yang bergerak.

”Jadi, tidak benar apa yang disampaikan dewan Bintan, bahwa kami menggunakan pekerja dari turis asal Tiongkok. Info yang sebenarnya, kami mendatangkan tiga tenaga ahli asal Tiongkok untuk membikin tambak udang. Bukan 35 orang,” tegasnya.

”Kami mendatangkan tenaga ahli ini, karena menggunakan ilmunya,” sambung Rinaldi.

Pembangunan tambak udang berteknologi canggih ini, lanjut Rinaldi, bertujuan untuk mendorong sektor pariwisata Bintan, khususnya bagi Bintan Agro Beach Resort di Km 36. Tambak udang berteknologi canggih di Desa Malang Rapat tersebut, bisa menjadi objek wisata baru bagi turis asing.

Karena, dari pembangunan tambak yang dibangun Bintan Agro Beach Resort ini, pengunjung akan mendapatkan ilmu. Kemudian, hasil produksi udang, akan menjadi menu restoran di Bintan Agro Beach Resort.

”Soalnya, kalau musim cuaca buruk seperti sekarang, kita kan sulit mencari udang di Bintan. Dengan tambak udang yang kami bangun ini, udang akan tersedia selalu. Ini lah konsep kami,” jelasnya.

Mengenai KITAS dan IMTA tenaga ahli, Rinaldi menyatakan, sudah diperpanjang. Sedangkan izin pembangunan tambak udang, sedang diproses. ”Tidak ada masalah, dengan tambak udang yang kami buat sekarang,” jelas Rinaldi kepada Tanjungpinang Pos.

Pada kesempatan lain, Kepala Dinas Perikanan Bintan Fachrimsyah membenarkan ada pembangunan investasi tambak udang berteknologi canggih di Malang Rapat. Namun untuk izinnya, sedang diproses di Pemprov Kepri.

Sebelumnya, Komisi II DPRD Bintan menyatakan, pekerja di tambak itu merupakan turis asal Tiongkok. Bahkan KITAS sudah ada yang habis masa berlakunya. Justru itu, dilakukan sidak.(YUSFREYENDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here