Ahmad Syafii Kembali Dijebloskan ke Penjara

0
406
Ahmad Syafii pakai rombi merah digiring petugas Kejari ke Rutan Tanjungpinang, Rabu (7/2). f-raymon/tanjungpinang pos

Dugaan Korupsi Pembangunan Kantor Camat Bukit Bestari

TANJUNGPINANG – Ahmad Syafii, Direktur CV Pilar Dua Inti Perkasa ditangkap di rumahnya oleh tim Kejari Tanjungpinang. Ia kembali ditangkap dugaan korupsi proyek pembangunan Kantor Camat Bukit Bestari Tahap I tahun 2014, lalu. Setelah ditangkap dirumahnya ia langsung dijebloskan ke Rumah Tahanan (Rutan) Tanjungpinang, Rabu (7/2).

Kasi Pidsus Kejari Tanjungpinang Benny Siswanto mengatakan, penahanan terpidana berdasarkan putusan kasasi Mahkamah Agung. Tim langsung menjemput terpidana di tempat tinggalnya yang berada di daerah Batu 10, Bintancentre, Tanjungpinang.

”Saat mau ditangkap, terpidana sempat mengelak berdalih sedang berada di Batam. Namun petugas tidak yakin, tim berhasil dab langsung mengamankannya dari dalam rumahnya,” katanya.

Benny menyebutkan, eksekusi ini dilakukan untuk pidana badan selama enam tahun dan denda Rp200 juta. Serta uang pengganti sebesar Rp 400 juta. Pertama persidangan di Pengadilan Negeri Tanjungpinang diputus dengan 1 tahun 6 bulan namun pada banding terdakwa diputus bebas.”Kita banding lagi, alhamdulilah dengan putusan ini terpidana dihukum badan,” sebutnya.

Menurutnya, apabila denda Rp 200 juta tidak dibayar maka akan diganti dengan pidana kurungan selama enam bulan. Sedangkan uang pengganti sebesar Rp 400 juta sudah dikembalikan oleh terdakwa.

Sebelumnya, terpidana dibebaskan Hakim Pengadilan Tinggi (PT) Riau. Ia diyakini oleh hakim bahwa tidak terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi, baik dalam dakwaan primair dan dakwaan subsider jaksa. Ahmad Syafii, Direktur CV Pilar Dua Inti Perkasa (PDIP) divonis hakim selama satu tahun dan enam bulan penjara oleh hakim Pengadilan Tipikor Tanjungpinang dan dikenakan hukuman membayar denda senilai Rp 50 juta subsider satu bulan kurungan.

Vonis tersebut jauh lebih ringan dari tuntutan jaksa yang sebelumnya menuntut terdakwa selama empat tahun dan enam bulan penjara dan hukuman membayar uang denda senilai Rp 200 juta subsider enam bulan penjara.

Hakim menilai tidak sependapat dengan tuntutan yang diajukan jaksa sebelumnya yang meminta agar majelis hakim agar menghukum terdakwa karena dinilai melanggar pasal 2 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana yang diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang korupsi sebagaimana dakwaan primer jaksa. Ahmad Safii pun pikir-pikir dan ajukan bandung ke PT Riau. Sedangkan, Zulfeneldi, yang juga menjadi terdakwa dalam kasus ini telah divonis selama satu tahun dan empat bulan penjara. Selain itu, Zulfeneldi yang berperan sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada proyek di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Tanjungpinang ini juga dikenakan hukuman membayar denda senilai Rp 50 juta subsider satu bulan kurungan.

Proyek pembangunan Kantor Camat Bukit Bestari Tanjungpinang yang berada di jalan menuju Dompak Tanjungpinang dikerjakan menggunakan dana APBD di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemko Tanjungpinang tahun 2014 dengan pagu dana senilai Rp 1,52 miliar.

Kedua terdakwa diduga telah melanggar perjanjian kontrak pelaksanaan pekerjaan proyek tersebut dengan cara mengalihkan pekerjaan pada pihak lain, Asrul (DPO) yang bukan merupakan karyawan Kontraktor Pelaksana.

Jaksa menilai, terdakwa Ahmad Syafii didakwa menerima fee dari uang muka proyek senilai Rp 25 juta dari Rp 406 juta dari biaya termin yang sebelumnya telah dicairkan atas peran terdakwa Zulfenedi selaku PPK. Proses pelaksanaan pekerjaan proyek ini sempat diputuskan kontraknya oleh PPK karena lahannya dinilai bermasalah.

PPK mengeluarkan surat pemutusan kontrak kerja, dan meminta agar kontraktor pelaksana mengembalikan uang termin yang sebelumnya telah dicairkan. Namun, hingga batas waktu yang ditentukan pihak kontraktor belum mengembalikan uang termin hingga perbuatan tersebut dinilai telah melanggar surat perjanjian kontrak sebagaimana dalam Keppres Nomor 70 tahun 2012 tentang pengadaan barang dan jasa. (ray)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here