Air Keruh, Developer Didemo

0
646
Demo air: Ibu-ibu berkumpul di dalam kantor Pemasaran PT Duta Perumahan Inti Sakti setelah demo, Sabtu (21/10). f-istimewa

Warga yang tinggal di Perumahan Puspitaloka Residence Kelurahan Batu IXmendesak pihak developer agar menyediakan air bersih. Warga mengaku, air sumur yang dijadikan difasilitasi oleh pihak developer, kualitasnya tidak layak untuk dikonsumsi. Selain air sumurnya keruh hingga berminyak.

TANJUNGPINANG – Karena kondisi air sumur yang buruk membuat puluhan warga mendatangi Kantor Pemasaran PT Duta Perumahan Intisakti berada di Jalan Handjoyo Putro, Km IX Tanjungpinang, Sabtu (20/10).

”Kami minta pihak developer bertanggungjawab hingga menyediakan air bersih yang layak dikonsumsi warga sini,” kata Santi, salah satu warga yang tinggal di Perumahan Puspitaloka Residence kepada Tanjungpinang Pos, Minggu (22/10).

Keinginan warga untuk mendapatkana ir bersih itu sudah sering disampaikan ke pihak developer. keinginan itu ada yang disampaikan perorangan ada juga yang disampaikan warga melalui pertemuan dengan pihak pengembang tersebut.

Baca Juga :  Pengadilan Terapkan PTSP

Sepanjang tahun 2017 ini, warga sudah enam kali mengadakan pertemuan dengan pihak developer. Pertama mengadakan pertemuan di bulan Agustus 2017 ini. Pada saat itu, pihak pengembang hanya menjanjikan untuk menyediakan air bersih ke warga yang tinggal di perumahan yang telah dibangunnya.

Selanjutnya, warga kembali mengadakan pertemuan dengan developer di bulan Oktober ini. Pihak developer menjanjikan akan membuat sumur untuk menyediakan air bersih buat warga yang tinggal di komplek perumahan tersebut. ”Waktu yang diminta developer untuk membuat sumur ada 14 hari kerja terhitung tanggal 21 Oktober ini,” terang dia.

Kalau juga tidak dilakukan, sambung warga, warga akan melaporkan pengembang ke pihak berwajib. ”Biar menjadi suatu pelajaran buat pengembang. Jangan hanya janji-janji saja selama ini dengan kami,” tegas dia.

Baca Juga :  Kodim 0315 Sita 3.000 Dus Miras

Hampir tiga tahun, Santi bersama warga lainnya terpaksa menggunakan air sumur yang tidak layak konsumsi. Mereka hanya menggunakan air sumur untuk mennyuci. ”Kalau untuk minum, kami terpaksa harus beli air galon,” ucap dia.

Menurutnya, ada satu sumur yang menyediakan air bersih di komplek mereka. Sumurnya yang berada di lokasi perumahan, memiliki kedalaman sekitar empat meter. Hanya saja, sumur tersebut, tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan air satu komplek eprumahan.

”Saya memang pakai air bersih dari sumur itu,” kata Edi Akirudin, warga lainnya yang juga tinggal di komplek perumahan tersebut.

Baca Juga :  Cabai Tumbuh Subur di Ekslahan Bauksit

Selain air bersih, pria 60 tahun ini bersama warga lainnya juga meminta lampu penerangan jalan, taman, penjaga keamanan 24 jam dan fasilitas pendukung lainnya yang dijanjikan pihak developer.

”Tengoklah lampu penerangan jalan yang mereka pasang itu. Hanya di pasang satu titik saja. Sudahlah pakai tiang kayu dan lampunya tidak terang. Kalau malam pun masih juga gelap,” terang dia.

Hanya saja, sampai brita ini ditulis pihak developer belum bisa dihubungi. Kantor Pemasaran Duta Intisakti yang berada di Jalan Handjoyo Putro, Km IX Tanjungpinang, juga tampak tutup.(ANDRI DS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here