Air Sei Pulai Surut 3 Cm Per Hari

0
696
MULAI KERING: Inilah kondisi Dam Sungai Pulau bila musim kemarau tiba. Air Dam ini terus surut hingga 2-3 Cm per hari. F-ADLY/TANJUNGPINANG POS

Dam Lagoi Mesti Dimanfaatkan

Sumber air baku di Waduk Sei Pulai terus turun atau berkurang setiap hari 2-3 Cm. Posisi terakhir air baku di waduk itu 2,7 meter dilihat dari mistar yang ada di palungan waduk. Jika hujan tidak turun beberapa bulan ke depan, maka waduk itu akan mengering. Dam ini tidak memiliki mata air, murni mengandalkan air hujan.

TANJUNGPINANG – Kasubag Produksi PDAM Tirta Kepri, Budianto mengatakan, kapasitas maksimum waduk itu sekitar 4,2 meter. Dalam posisi seperti ini, PDAM bisa meningkatkan produksi air hingga 220 liter per detik.

Saat ini, kata Budianto, kapasitas maksimum produksi air bersih PDAM dari waduk itu hanya 180 liter per detik. Produksi air bersih akan dikurangi jika hujan tidak turun.

”Kalau airnya makin habis, pasti produksinya akan kita kurangi. Kalau sampai kemarau berkepanjangan, air baku bisa habis dan tidak produksi. Makanya harus kita atur produksinya sesuai kondisi air baku di waduk,” ujar Budianto saat coffee morning bersama wartawan di Morning Bakery Batu 8 Atas, Sabtu (16/12).

Setiap hari, petugas PDAM selalu memantau berapa penurunan debit air di waduk itu dan dilaporkan ke Balai Wilayah Sungai (BWS). Mereka juga koordinasi dengan BMKG soal prediksi kapan hujan turun di Tanjungpinang.

Harusnya, Desember ini hujan sudah turun di Tanjungpinang, namun angin bergerak ke Barat sehingga hujan tidak turun di kota ini. Iklim ini membuat pihak PDAM gelisah karena air di Waduk Sei Pulai makin menurun setiap hari.

Ia menjelaskan, apabila posisi air baku di mistar sudah minim, maka tidak bisa produksi lagi. Dan sejauh ini, PDAM belum pernah berhenti produksi total di waduk itu.

”Kalau air sudah tinggal sedikit, kita buat produksi berjadwal. Kalau selama ini produksi 24 jam, nanti dikurangi jadi 12 jam. Kalau makin sedikit air bakunya, mungkin produksi satu setengah hari, setengah hari berhenti,” katanya seraya menambahkan hal ini sudah mereka lakukan sejak tahun 2011 lalu.

Sumber air yang masuk ke Waduk Sei Pulai ini makin minim. Hal ini perlu mendapat perhatian dari pemerintah. Apalagi, waduk itu merupakan sumber air baku utama untuk Tanjungpinang.

Awalnya, Waduk Sei Gesek dibangun untuk kapasitas produksi 500 liter per detik. Namun, sumber air yang masuk makin kecil dan debit airnya tidak pernah penuh, maka kapasitas produksinya juga terbatas.

Selain Waduk Sei Pulai, sumber utama air baku Tanjungpinang adalah Waduk Sei Gesek dengan kapasitas produksi 100 liter per detik.

Budianto mengatakan, jika air baku di Waduk Sei Pulai makin lama menurun, beda dengan di Waduk Sei Gesek sumber air bakunya selalu berlimpah.

Namun, produksi tidak bisa lebih dari 100 liter per detik karena segitulah kapasitas mesinnya. Jika kapasitas mesinnya ditambah, maka produksi air bersihnya bisa ditambah.

Jika kapasitas produksi Waduk Sei Gesek ditambah, harus dilakukan juga perluasan waduk. Butuh biaya besar untuk mengorek lahannya.

Apalagi butuh lahan baru yang harus dibebaskan untuk ditenggelamkan jadi penampungan air. Debit air Waduk Sei Gesek ini perlu dijaga terus. Jangan sampai akibat pembangunan sumber airnya berkurang dan bernasib sama dengan Waduk Sei Pulai. Karena makin ke depan, kebutuhan air bersih makin tinggi seiring pertambahan penduduk dan pembangunan. Saat ini saja, Tanjungpinang sudah krisis air bersih.

Air bersih di Tanjungpinang ini seakan tidak direncanakan. Sampai saat ini, masih ada daftar tunggu 6.000 calon pelanggan yang tidak kebagian air bersih. Beda dengan di Batam. Kotanya terencana dan kebutuhan air bersih untuk masyarakatnya juga direncanakan

Sebelum kekurangan air, Badan Pengusahaan (BP) sudah membangun Waduk Tembesi. Kemudian, saat ini sedang dibangun juga Waduk Sei Gong di Galang.

Sebelumnya, tokoh masyarakat Kepri tinggal di Tanjungpinang, Hengky Suryawan, mengusulkan Dam Lagoi baiknya dikelola PDAM, untuk menyuplai air bersih di Pulau Bintan. Tinggal pasang pipa utama dari Lagoi ke Tanjungpinang. ”Manfaatkan Air Dam Lagoi yang banyak terbuang ke laut untuk air bersih di Tanjungpinang,” kata Hengky Suryawan.(MARTUNAS -ABAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here