Ajak Bersatu Padu untuk Kedamaian NKRI

0
664
NOOR LIZAH Nurdin Basirun menerima cenderamata saat menghadiri Napak Tilas Hari Jadi Sambas ke-387 Tahun di Kesultanan Sambas Istana Alwatzikhoebillah, Kabupaten Sambas Kalimantan Barat, Selasa (3/7). f-istimewa/humas pemprov kepri

KALBAR – Ibu Gubernur Hj Noor Lizah Nurdin Basirun mengajak seluruh masyarakat negeri ini untuk bersatu padu, cinta damai dan saling mengasihi. Dengan demikian, kedamaian dan kenyamanan akan selalu terwujud di bumi Nusantara ini.

”Kita jangan terpecah belah karena hanya kepentingan seseorang atau golongan,” kata Noor Lizah saat menghadiri Napak Tilas Hari Jadi Sambas ke-387 Tahun di Kesultanan Sambas Istana Alwatzikhoebillah, Kabupaten Sambas Kalimantan Barat, Selasa (3/7).

Kesultanan Sambas berdiri pada 15 Juli 1933. Acara ini juga disejalankan dengan Halal Bihalal Syawal 1439H dan Pesta Rakyat serta Lomba Dayung dalam rangka hari jadi Sambas.

Baca Juga :  Akhir Tahun Proyek Jalan Dompak Selesai

Menurut Noor Lizah silaturahmi keturunan para Opu Daeng agar tetap terjaga dan dibangun kembali serta ditingkatkan sehingga generasi penerus kita bisa saling mengenal silsilah satu dengan lainnya.

Noor Lizah juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkenalkan kembali Istana Sambas yang pernah mengalami masa kejayaannya dengan mengangkat budayanya di tengah-tengah era globalisasi. ”Kita harus tetap menjadi masyarakat Melayu Bugis yang menjunjung tinggi adat budaya sehingga tidak terpecah belah,” kata Noor Lizah.

Hj Noorlizah Nurdin memang bermoyangkan atau keturunan atau silsilah dari Opu Daeng Marewah yang masih bersaudara atau memiliki ikatan darah dengan keturunan Opu Daeng Parani, Opu Daeng Celak, Opu Daeng Manambon dan juga Opu Daeng Kemasi. Noor Lizah juga merupakan kerabat kesultanan Riau Lingga.

Baca Juga :  Manual Ditinggalkan, Kini Layanan Berbasis Online

Senin (2/7), Noor Lizah melakukan napak tilas ke makam Opu Daeng Manambon Ibnu bin Tandre Borong Daeng Rilaga di Sebukit Rama Kabupaten Mempewah. Hadir Sultan Sambas Muhammad Tarhan, Anggota Watimpres RI Sudarto Danusubroto, Danlantamal XII Pontianak Laksma TNI Gregorius Agung, Utusan Kesultanan Sulu Filipina YM Pehin Seri Di Raja Dato Seri Farid Ibrahim, Sekretaris Anggota Watimpres Julie Trisnadewani, Staf Ahli Anggota Watimpres Doni Gahral Adian dan Sekretaris Kesultanan Sambas Urai Riza Fahmi.

Anggota Watimpres Sudarto Danusubroto mengatakan Kesultanan Sambas merupakan Ibu dari Kerajaan Majapahit dan Bapak dari Kesultanan Brunei Darussalam. Keberagaman dalam perbedaan merupakan suatu anugerah dari Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa dan ini harus dijaga dengan saling menghormati satu dengan lainnya. (mas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here