Akan Benahi Pendidikan dan Bela Kepentingan Perempuan

0
190
Rini Pratiwi, SPd.,M.MPd

Ketika Dosen Menuju DPRD Tanjungpinang

Nama Rini Pratiwi mungkin tidak asing di kalangan mahasiswa karena dia sehari hari dosen di STAI Miftahul Ulum Tanjungpinang. Pada Pemilu 2019, dosen muda ini didorong banyak pihak menjadi wakil rakyat guna berjuang di sektor pendidikan.

TANJUNGPINANG – Tutur katanya teratur dan wawasan yang luas memastikan dia bukan politisi kemarin sore. Jabatan Plt Sekretartis Partai Kebangkita Bangsa (PKB) diembannya. Ya, tidak banyak di Kepri politisi perempuan muda dipercaya menjadi pengurus teras partai besar seperti PKB yang disebut-sebut lembaga survei akan berada di posisi empat besar pada Pemilu 2019.

Sejumlah kalangan dari guru dan dosen misalnya berharap Rini bisa menjadi wakil rakyat. ”Kami berharap dia dipilih. Karena selain dianggap paham soal pendidikan, kita dari kalangan pendidik bisa menyampaikan aspirasi dengan mudah karena Rini mudah untuk dijumpai dan sangat terbuka,” ujar Maria, salah satu guru SD swasta di Tanjungpinang.

Pengurus Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Tanjungpinang itu memang menamatkan pendidikan jenjang sarjana dan pascasarjana fokus bidang pendidikan. Sehingga ketika mengampu mata kuliah pun, manajemen pendikan. Ia juga pernah menjadi kepala sekokah swasta di Bintan. Inilah yang menyebabkan banyak kalangan mendorong Rini untuk masuk ke politik praktis agar bisa berjuang di bidang pendidikan Tanjungpinang.

”Saya ketemu warga di Tanjungpinang dan Bintan. Dari sana saya bisa menilai beberapa persoalan yang pernah saya hadapi begitu peliknya soal pendidikan. Karena memang sistem dan kualitas pendidikan maupun infrastruktur kita belum memadai sehingga masih perlu perbaikan,” ujar caleg PKB dapil Tanjungpinang Timur itu kepada Tanjungpinang Pos, kemarin.

Rini yang pernah main film Si Bolang yang ditayangkan di tivi swasta di Jakarta itu meyakini, dengan pendidikan yang memadai, maka anak-anak bahkan remaja milinial bisa mampu bersaing dengan anak anak dari daerah lainnya.

”Kita harus mampu bersaing menghadapi revolusi industri 4.0 sudah di depan mata ini. Dan hanya dibekali pendidikan yang memadai baru bisa. Tanpa pendidikan yang memadai, maka generasi muda kita bisa jadi penonton. Dan hal itu tidak boleh terjadi,” ujarnya.

Rini dibesarkan keluarga yang berkecimpung dalam dunia pendidikan karena ibunya seorang guru SD di Bintan Timur.

Menurut pengamatannya, masih ada sarana dan prasarana SD dan SMP yang tidak lengkap di daerah ini. ”Saya akan berjuang sesuai dengan kemampuan yang saya miliki untuk pendidikan Tanjungpinang lebih baik,” ucap Rini.

Tak ketinggalan, yang mesti diperhatikan, kata dia, adalah mendorong ibu-ibu rumah tangga produktif. Misalnya produk dari ibu rumah tangga dipasarkan dan dikenal se-Tanjungpinang.

”Saya berusaha mendorong agar ibu-ibu bisa produktif berusaha di rumah sendiri. Jika sudah ada jalan, saya kira ibu-ibu akan mampu melangkah lebih jauh. Tentunya melalui dinas terkait akan memantau perkembangan usaha mereka agar terus berproses,” katanya.

Karena menurut Rini, untuk membantu keuangan keluarga, kegiatan rumah tangga produktif ini akan bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.

”Misalnya ada yang mampu menjahit, maka itu harus dioptimalkan agar dari upah menjahit bisa membantu keluarganya. Begitu juga keahlian lainnya. Misalnya bisa membuat keripik ubi, tentu keahlian tersebut harus dikelola dengan baik supaya ubinya dapat dipasarkan dan diproduksi sesuai standar yang layak,” kata Rini.

Itu salah satu cara membela kepentingan perempuan. ”Kita harus produktif karena bisa membantu keuangan keluarga,”ujarnya. (ANDRI DS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here