Akhir 2018, Jembatan Pengujan Difungsikan

0
382
BUPATI Bintan H Apri Sujadi didampingi Wakil Ketua DPRD Agus Wibowo, serta Irzan dari Dinas PUPR meninjau jembatan Pengujan, belum lama ini. F-DOKUMEN/TANJUNGPINANG POS

BINTAN – PEMKAB Bintan mewujudkan mimpi masyarakat Desa Pengujan, untuk menggunakan jembatan penghubung Dusun I ke Dusun II atau sebaliknya, akhir tahun 2018 ini. Karena, jembatan Desa Pengujan difungsikan akhir tahun 2018 mendatang.

Masyarakat Desa Pengujan telah menunggu puluhan tahun, sekitar sejak tahun 1990 lalu, mengharapkan pemerintah membangun jembatan penghubung, dari Dusun I ke Dusun II. Dengan kepemimpinan Bupati Bintan H Apri Sujadi bersama Wabup H Dalmasri Syam, jembatan ini dibangun sejak tahun 2017 lalu. Setelah dibangun tahap kedua, pemanfaatan jembatan akan terealisasi pada tahun 2018 ini.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bintan Juni Rianto menyampaikan, akhir tahun 2018 nanti, ditargetkan jembatan Pengujan sudah bisa difungsikan. Juni menyatakan, bahwa Bupati Bintan H Apri Sujadi sudah berulangkali menegaskan, agar pembangunan jembatan Pengujan rampung dalam 2 tahap.

”Target kita, akhir tahun 2018 ini sudah tersambung semua, dan dapat difungsikan sementara,” ujar Juni Rianto, Minggu (12/8) kemarin.

Sebelumnya, pembangunan jembatan penghubung Desa Pengujan menjadi perhatian Bupati Bintan H Apri Sujadi, sejak dirinya dilantik awal tahun 2016 lalu. Dirinya bahkan berulangkali meninjau pembangunan tersebut. Jembatan Pengujan dibangun dalam 2 tahap. Tahap I dibangun pada tahun 2017, dengan alokasi anggaran Rp 6 miliar. Tahap II, dibangun pada tahun 2018, dengan alokasi anggaran Rp 8 miliar. Jembatan yang dibangun sepanjang 280 meter, dengan lebar jalan 3 meter.

”Untuk tahun 2019, kita anggarkan kembali sekitar Rp 4 miliar, untuk penyempurnaan,” sebut Juni Rianto lagi.

Pembangunan jembatan ini menjadi sejarah. Pada masa-masa era sebelumnya, masyarakat Desa Pengujan yang berpenduduk kurang lebih 300 KK, hanya mengandalkan transportasi perahu dengan mesin, yang biasa disebut pokcai. Sarana berupa rakit perahu dengan mesin ini memiliki panjang 18 meter, dan lebar 6 meter.

Masyarakat bersusah payah ketika ada warga yang sakit, pada malam hari. Ruyah (50) warga Dusun II Desa Pengujan mengatakan, dirinya bersyukur ketika Pemkab Bintan akan merealisasikan pembangunan jembatan Pengujan.

”Berpuluh tahun lamanya kami harus menunggu. Selama ini, hanya mengandalkan pokcai untuk menyeberang, pergi ke sekolah, ke pasar, bahkan pergi berobat pada malam hari harus menunggu pokcai. Alhamdulillah, bila jembatan selesai, kami bisa mudah kemana-mana,” tutupnya.(YUSFREYENDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here