Akhir Desember, Perda Pengelolaan Penyengat Disahkan

0
42
Ahmad Dani, Wakil Ketua DPRD (kanan) bersama Wali Kota Tanjungpinang dan Wakil Wali K ota Tanjungpinang dalam satu acara. f-istimewa

TANJUNGPINANG – Wakil Ketua DPRD Kota Tanjungpinang Ahmad Dani mengatakan, Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pengelolaan Pulau Penyengat Sebagai Warisan Budaya akan disahkan. Rencananya, Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang akan mengesahkan diakhir Desember tahun 2018 ini.

”Kita jadwalkan dulu. Kalau saat ini, kami sedang fokus reses,” kata Ahmad Dhani kepada Tanjungpinang Pos, Kamis (25/10). Ahmad Dhani menilai, Perda tentang Pengelolaan Pulau Penyengat sebagai warisan budaya, bagus. Sehingga bisa menjaga nilai-nilai budaya serta sejarah yang berada di Pulau penyengat.

Seperti di daerah Bali. Ada salah satu tempat di Bali, dilarang masuk untuk kaum wanita yang sedang berhalangan.

”Alhamdulillah, pengunjung di Bali mematuhi itu semua,” terang dia.

Hanya saja, pesan kader Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kota Tanjungpinang ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tanjungpinang terlebih dahulu melakukan sosialisasi Ranperda tersebut. Agar masyarakat lokal maupun luar negeri yang mengunjungi Pulau Penyengat tahu dengan aturan tersebut.

”Biar para gaet nanti kasih tahu dengan turis yang di bawanya mengunjungi ke Pulau Penyengat,” sebut dia.

Sebelumnya, Kepala Bidang (Kabid) Adat Tradisi Nilai Budaya danm Kesenian dari Dinas Kebudayaan dan Pariwiasata (Disbudpar) Kota Tanjungpinang, Safarudin mengatakan, lahirnya Perda nanti, hanya menjaga norma serta adat istiadat yang menjadi warisan terdapat di Pulau Penyengat.

Karena secara tidak langsung mengajarkan masyarakat maupun pengunjung saat berada di Pulau Penyengat mengenakan pakain yang sopan. Intinya, apabila pengunjung ingin berziarah ke makam dan masuk ke dalam masjid harus sopan dan tidak berpakaian seksi. (dri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here