Akhir Juni Beroperasi, Tarif Penumpang Roro ke Tambelan Rp135 Ribu

0
210
KAPAL roro jumbo KM Bahtera Nusantara 01 yang bersandar di proyek dermaga bongkar muat Tanjunguban, belum lama ini.

BINTAN – Kabar gembira untuk warga yang ingin berwisata, atau ingin pulang ke Tambelan dengan membawa kendaraan. Akhir Juni nanti, kapal roll on roll off (roro) sudah beroperasi. Tarif angkutan roro Tanjunguban- Tambelan (PP) sudah ditetapkan.

Tarif angkutan penyeberangan penumpang kelas ekonomi dan kendaraan dengan armada kapal roro, khusus untuk rute Tanjunguban-Tambelan (PP) dalam wilayah Kabupaten ini, telah ditetapkan Bupati Bintan melalui SK nomor 266/V/2020, tertanggal 26 Mei 2020 lalu. Dalam SK ini, tarif angkutan dibagi kepada kelompok penumpang dan angkutan (kendaraan) bermuatan. Untuk penumpang KMP Bahtera Nusantara 01 ini dibagi dua, dewasa dan bayi.

Baca Juga :  Pengembalian Rp1,3 Miliar, Proyek Jembatan Tanah Merah Dilanjutkan

”Untuk tarif penumpang dewasa itu sebesar Rp135 ribu per orang. Sedangkan untuk tarif penumpang bayi berusia di bawah 2 tahun, sebesar Rp18 ribu per orang,” sebut M Insan Amin Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bintan, Senin (15/6) kemarin.

Sedangkan untuk angkutan barang (kendaraan) itu dibagi menjadi 12 golongan. Tarif penumpang dan angkutan barang itu belum termasuk iuran wajib dana pertanggungan wajib kecelakaan penumpang dan jasa pelabuhan.

”Kalau untuk kendaraan seperti motor di bawah 500cc, tarif naik roro itu Rp527 ribu. Kalau sepeda Rp294 ribu per unit,” sebut Insan Amin.

Baca Juga :  Usai Apel, Satlantas Langsung Lakukan Razia

Sedangkan, untuk kendaraan mobil hingga alat berat akan dikenakan tarif angkut mulai dari Rp4 Juta hingga Rp35 juta tergantung jenis dan bobot kendaraan. Kendaraan dan alat berat ini, lebih mahal dibandingkan sepeda motor dan sepeda.

Insan Amin berharap, rencana pengoperasian kapal roro ini akan berjalan lancar dan normal. Nantinya untuk menuju akses ke Tambelan akan lebih banyak pilihan dan lebih mudah tentunya.

”Penetapan tarif ini, khusus untuk di dalam wilayah Bintan. Kalau untuk tarif dari Tambelan atau Tanjunguban (Bintan) ke Sintete (Kalbar), Pemprov Kepri yang akan menetapkannya,” tambah Insan.

Baca Juga :  78 Kube Terima Bantuan Rp 1,62 Miliar

”Menurut GM ASDP ya itu akan berlayar dalam pekan-pekan depan. Nantinya rute Tanjunguban Tambelan dan sebaliknya sebanyak 2 kali dalam sebulan. Untuk lama perjalanan akan ditempuh 15 hingga 18 jam, tergantung cuaca,” sambungnya. (fre/aan)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here