Akhiri Kisruh Transportasi Online di Batam

0
423
KETUA DPD Organda Kepri Syaiful (kiri) bersama Menhub RI Budi Karya Sumadi usai mengadakan pertemuan di Kantor Kemenhub di Jakarta, baru-baru ini. F-istimewa

BATAM – Berbagai pihak menyerukan agar kisruh transportasi online di Batam segera diakhiri. Semua pihak diminta untuk menahan diri. Ketua DPD Organda Kepri, Syaiful mengatakan, Gubernur Kepri H Nurdin Basirun harus turun tangan langsung untuk mencari solusi atas persoalan yang terjadi di Batam.

Gubernur juga diharapkan melibat Organda dan pelaku badan usaha transportasi Batam untuk membahas persoalan transportasi online yang terjadi di Batam. Saat ini, bukan hanya sopir taksi online dan sopir taksi konvensional yang ribut di Batam, namun driver ojek online dan driver ojek pangkalan atau konvensional juga ribut. Bahkan, sopir angkot cari dan bus juga ribut akibat rebutan penumpang dengan sopir taksi online.

Sebagai ketua Organda Kepri, Syaiful merasa bertanggung jawab atas apa yang terjadi di Batam. Padahal, harusnya bukan dirinya sendiri yang getol memikirkan ini, karena masih banyak pemangku kepentingan lain yang harus lebih intens mengurusinya.

Dirinya sudah sampai bertemu dengan Menteri Perhubungan RI April, Budi Karya Sumadi dan bertanya tentang kisruh taksi online di Batam. Oleh pihak Kemenhub, diminta agar Gubernur Kepri mengirimkan surat resmi ke Kementerian Kominfo dan tembusan ke Kemenhub untuk meminta agar aplikasi itu dihentikan dulu di Batam.

Jika tidak demikian, Syaiful meminta agar gubernur secepatnya mengeluarkan Pergub. Sehingga jelas aturan yang digunakan jika beroperasi di Batam. Ia pun sangat berharap ada solusi untuk mengatasi kisruh ini. Sebab, jika dibiarkan berlama-lama, bisa muncul kesan Batam bukan kota yang nyaman.

Padahal, salah satu yang perlu dijaga di Batam adalah kenyamanan masyarakat, investor dan turis maupun wisnus. ”Mari sama-sama lah mencari jalan terbaik untuk menyelesaikan masalah ini,” pesannya, kemarin.

Anggota Komisi III DPRD Kepri, Asep Nurdin juga meminta agar semua pihak menahan diri. Tidak gunanya saling ribut di lapangan karena akan merugikan masing-masing pihak. ”Kita berharap ada solusi yang baguslah. Dan kepada teman-teman saya para sopir, masing-masing harus bisalah menahan diri. Jangan bawa-bawa emosi,” pesannya.

Kepala Dinas Perhubungan Pemprov Kepri, Yuspa Hendri mengatakan, kisruh sesama driver di Batam masih kerap terjadi. Ia yakin, apabila aplikasi online sudah resmi diterapkan, keributan itu bisa reda. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here