Akhirnya, Pemprov Urus Pelabuhan Dompak

0
595
RUSAK: Meski belum rampung dibangun dan belum dioperasikan, namun Pelabuhan Dompak sudah rusak. f-suhardi/tanjungpinang pos

Belum Rampung, Dioperasikan Tahun Ini

Pengelolaan Pelabuhan Dompak diserahkan Kementerian Perhubungan ke Pemprov Kepri. Sudah disepakati, lahan pelabuhan akan diserahkan pemprov ke Kemenhub, sebagai gantinya, pengelolaan pelabuhan diserahkan ke pemprov.

Dompak – Hal ini disepakati saat rapat dengan Direktur Kepelabuhanan Kemenhub dengan Pemprov Kepri di Jakarta, Kamis (23/2) lalu.

Kabid Perhubungan Laut Dinas Perhubungan Pemprov Kepri, Aziz Kasim Djou mengatakan, pelabuhan ini akan dikelola PT Pelabuhan Kepri, Badan Usaha Pelabuhan (BUP) yang merupakan salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov Kepri.

”Tahun ini juga rencananya akan dioperasikan. Tapi dengan kondisi seadanya lah seperti sekarang ini,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos via ponselnya, Jumat (24/2) kemarin.

Saat pertemuan itu, pihak Kemenhub sudah komitmen akan melanjutkan pembangunan Pelabuhan Dompak tahun 2018. Tahun ini, tidak ada anggaran lanjutan pembangunan pelabuhan tersebut.

Harusnya, pelabuhan itu rampung tahun 2016. Namun, anggaran yang sudah dialokasikan untuk melanjutkan pembangunan pelabuhan itu dibatalkan lantaran lahannya belum dihibahkan pemprov ke Kemenhub.

Dalam pembahasan itu juga, pihak pemprov setuju menghibahkan lahannya dengan perjanjian pengelolaannya di tangan pemprov.

”Ini juga usulan mereka. Jadi, secara lisan 99 persen Kemenhub setuju. Tinggal ke depan kita lanjutkan administrasinya,” tambahnya.

Di Indonesia, kata dia, Jawa Timur sudah melakukan hal yang sama dengan Kemenhub. Lahan pembangunan pelabuhan diserahkan, yang mengelola pelabuhan Pemprov Jatim.
Bahkan, mereka selangkah lebih maju.

”Sekarang sudah sampai ke administrasi. Segera akan dikelola,” tambahnya.

Dijelaskannya, pembangunan Pelabuhan Dompak bisa dilanjutkan apabila lahannya sudah dihibahkan.

”Karena sudah mereka masukkan dalam daftar asetnya. Makanya, lahan kita hibahkan, namun ada win-win solution. Itu tadi, kita yang mengelola,” bebernya.

Saat penyerahan hibah nanti, maka akan dihitung juga berapa nilai lahan tersebut. Harga lahan itu akan dijadikan juga sebagai bagian dari modal Pemprov Kepri di pelabuhan itu.

Dari penghasilan pengelolaan pelabuhan nanti, akan ada pemasukan untuk negara sebesar 2,5 persen. Dari 2,5 persen ini, Pemprov Kepri tetap kebagian karena aset lahan tetap dihitung.

”Jadi kita dapat dua. Dapat dari pengelolaan, dapat juga dari 2,5 persen itu,” bebernya lagi.

Dalam pengelolaan pelabuhan nanti, pemprov akan mengelola pas penumpang, parkir, kantin, papan reklame, kios dan lainnya.

”Kita ini seperti Pelindo-nya lah,” tambahnya.

Namun, sebelum hibah lahan dilakukan, mereka akan menghitung dulu berapa nilai jual lahan pelabuhan tersebut. Jika asetnya di atas Rp 5 miliar, maka proses hibah harus mendapat persetujuan dari DPRD Kepri.

Jika pelabuhan itu sudah dioperasikan, maka Pemprov Kepri akan bersaing dengan Pelindo I pengelola Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP).

Belum diketahui apakah Pelabuhan Dompak akan dibuat untuk penumpang domestik saja atau turut mengelola penumpang internasional. Pemprov berharap, Pelabuhan SBP khusus mengelola penumpang internasional dan Pelabuhan Dompak khusus penumpang domestik.

Di Pelabuhan SBP Tanjungpinang, jumlah penumpang domestik satu hari sekitar 3.000 orang atau sekitar 1-1,1 juta orang setahun dan jumlah penumpang internasional sekitar 100 ribu orang. Jika Pelabuhan Dompak dioperasikan, maka pendapatan Pelindo akan menurun.

Gubernur Kepri, H Nurdin Basirun mengatakan, apabila pelabuhan dioperasikan, maka sarana prasarananya harus dilengkapi. Utamakan pelayanan kepada masyarakat.

Memang, saat ini kondisi pelabuhan sudah rusak di sana-sini. Hal itu karena pelabuhan itu belum rampung dibangun dan ada tangan jahil yang merusaknya.

Kemudian, harus disiapkan loket yang representatif, ponton. Hanya saja, trestle pelabuhan cukup jauh sehingga menyulitkan masyarakat.

Nurdin mengatakan, harus disiapkan sarana dan prasarananya dulu sebelum dioperasikan. Jangan sampai setelah dioperasikan justu membuat penumpang terganggu dan tidak nyaman.(MARTUNAS – SUHARDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here