Akses Jalan Kampung Tua Dibangun

0
96
PIHAK kontaktor tengah mengerjakan pemadatan jalan Desa Rewak dengan alat berat. F-INDRA GUNAWAN/tanjungpinang pos

Tahun ini akses jalan penghubung Desa Rewak yang merupakan kampung tertua di Kecamatan Jemaja sedang dilaksanakan setelah menunggu 10 tahun. Diharapkan, akses tersebut dapat memajukan Desa Rewak ke depannya.

ANAMBAS – Pekerjaan itu tidak hanya pembukaan badan jalan, namun juga dilakukan pengaspalan. Waktu 10 tahun, bukan waktu yang singkat untum mewujudkan akses jalan itu sejak Anambas dimekarkan

”Kampung kami ini paling tertua yang dijadikan desa di Kecamatan Jemaja, tetapi baru tahun 2018 akses jalan ini dibangun. Sejak kepemimpinan pak Abdul Haris dan Wan Zuhendra, impian seluruh masyarakat kami bisa di wujudkan,” ungkap Darwis, selaku anggota BPD Desa Rewak, Senin (3/9).

Ia menyebutkan, meski desa tertua masyarakat Desa Rewak tidak pernah meminta lebih dengan Pemerintah Daerah Anambas. Namun, masyarakat membutuhkan perhatian yang serius dan jumlah penduduk di sana sekitar 600 jiwa.

”Kami tidak muluk-muluklah harapan kami, hanya kami butuh perhatian saja dari Pemda Anambas, Pemprov Kepri dan Pemerintah Pusat,” ucapnya.

Diakuinya, pembangunan dari sejumlah aspek sudah mulai terlihat diantaranya pembangunan tower di Dusun Kusik dan di Lembah Rewak. Untuk Dusun Kusik sinyalnya bisa mengakses intenet 4G, sedangkan di dalam lembah Rewak tower tersebut hanya bisa mengakses sinyal 2G saja.

”Alhamdulillah, pembangunan terus dilakukan oleh Pemda Anambas. Selama ini yang kami impikan akses jalan menuju Kelurahan Letung bisa di aspal sedang dilaksanakan oleh kontraktor,” jelas dia.

Sementara itu, Hervint Liu Direktur PT Kreasi Prima Sejati menjelaskan, pekerjaan pembangunan akses jalan sekitar 2,7 Km dari Desa Landak menuju Desa Rewak dengan nilai anggaran sekitar Rp 18 miliar.

Ia menambahkan, progres kegiatan saat ini yang terus dikerjakan mencapai 67 persen dan pematangan badan jalan terus dilakukan.Untuk pengaspalan jalan belum bisa dilakukan, dan masih menunggu proses pengerjaan badan jalan selesai.

”Kita terus laksanakan pekerjaan saat ini. Aspal belum lagi, hanya memadatkan badan akses jalan. Kemarin kita kerja lembur hingga malam,” ucap Hervint.Hervint menargetkan, akhir bulan Oktober 2018 pekerjaan itu selesai dikerjakan.

Persoalan ketersedian bahan bangunan tidak mengalami kendala, tapi beberapa waktu yang lalu ada memang dialami kendala proses angkut bahan material dari Kecamatan Jemaja Timur menuju lokasi kerja.

”Hanya beberapa hari mengalami kendala, sebab akses jalan tidak bisa dilintasi dengan baik karena ada perayaan HUT RI ke-73 di Kecamatan Jemaja. Pilihan akses jalan tidak ada, saya yakin pekerjaan akan selesai dengan tepat waktu, jika mengalami keterlambatan itu hanya ditahap finishing saja ukan dipekerjaan yang berat,” jelas dia.

Ia juga berterima kasih kepada seluruh masyarakat Anambas, khususunya di Kecamatan Jemaja yang telah mendukung dan mengawasi pekerjaan yang mereka lakukan. Jika tidak didukung oleh seluruh masyarakat dan sejumlah pihak, tentu pembangunan akan banyak mengalami hambatan.

”Tidak ada masyarakat yang tidak mendukung. Semua mendukunglah, sebab kita bekerja untuk membangun akses jalan kampung mereka. Kita siap diawasi oleh siapa saja dan kita juga butuh dukungan semua masyarakat pastinya,” tutupnya. (INDRA GUNAWAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here