Aksi Jemput Bola Sangat Mujarab

0
593
PETUGAS dari Disdukcapil Pemkab Lingga siap-siap turun ke daerah pesisir untuk merekam data penduduk.f-istimewa

Cetak Akta Lahir & KTP-el Di Kepri Lampaui Target Nasional

Aksi jemput bola dengan turun ke lapangan yang dilakukan petugas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil kabupaten/kota di Kepri membuat rekam data warga untuk pembuatan KTP-el hingga cetak akta lahir cepat diselesaikan.

TANJUNGPINANG – BAHKAN, aksi door to door hingga daerah pesisir yang dilakukan petugas berhasil mempercepat penyelesaikan administrasi penduduk. Hingga Juni 2018 lalu, diperkirakan sudah 94 persen anak usia 0-18 tahun di Kepri sudah memiliki akta lahir.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kependudukan dan Catatan Sipil (DPMD Dukcapil) Pemprov Kepri, Sardison mengatakan, akhir tahun 2017 lalu, kepemilikan akta lahir di Kepri sudah 89 persen lebih dan mendekati 90 persen.

”Hingga akhir tahun 2018 ini, kita harapkan bisa 90 persen lebih dan mendekati keseluruhan untuk akta lahir,” ujar Sardison, kemarin.

Baca Juga :  Saat Ikon Batam Dibangun Tanpa Ahli Asing

Sementara itu, secara nasional, target pemilikan akta lahir maupun KTP-el hanya 80 persen. Kepri sendiri, tahun 2017 lalu sudah melampaui target nasional itu.

Sardison mengatakan, masing-masing kepala daerah di Kepri sangat serius mengurusi tertib administrasi di daerahnya masing-masing. Hal itu terlihat dari kinerja pegawai Disdukcapil yang turun hingga ke perkampungan penduduk.

Saat itu, tidak ada lagi istilah orang susah atau orang sakit tidak memiliki akta lahir atau KTP-el. ”Yang gila saja dibuatkan KTP-nya. Mereka difoto dan diambil sidik jarinya untuk perekaman data,” tambahnya.

Hal itu dilakukan semua petugas kabupaten/kota di Kepri. Mereka tidak sungkan-sungkan memasuki satu perkampungan setelah melewati lautan beberapa jam. Tujuannya untuk mengumpulkan masyarakat di pesisir dan dilakukan perekaman data, ambil foto, iris mata hingga sidik jari warga. Bagi yang masih anak-anak, langsung diurus juga akta lahir mereka.

Baca Juga :  Kapal Internasional Numpang Lewat Saja

Aksi jemput bola ini sudah lama dilakukan dan tidak ada bosan-bosannya. Petugas masih terus masuk kampung keluar kampung di pulau-pulau berbeda agar penduduk memiliki identitas.

Sardison mengatakan, bagi orangtua yang sudah sangat lansia pun tetap dilayani dengan mendatangi rumah mereka. Orangtua yang sudah tak berdaya itu langsung di data di rumahnya untuk dibuatkan KTP milik warga tersebut.

Memang, kata dia, aktivitas pembuatan KTP-el dan akta lahir ini lebih banyak di Tanjungpinang dan Batam. Itu karena kebutuhan KTP-el tersebut tinggi.

Baca Juga :  Pesepeda Wanita Indonesia Juarai TDB 2018

Di Batam misalnya, penduduk membutuhkan KTP agar bisa melamar, membuka rekening atau untuk keperluan lainnya seperti kredit. Beda dengan di daerah, KTP tidak begitu diperlukan setiap saat.

Meski demikian, KTP dan akta lahir warga tetap dikeluarkan setiap minggu, bahkan setiap hari. Untuk Batam dan Tanjungpinang, saat ini sudah banyak yang melakukan rekam data. ”Tapi masih banyak yang memiliki suket (surat keterangan) karena belum bisa dicetak. Akhir tahun 2018 ini, kita harapkan semua suket sudah diganti menjadi fisik KTP-el,” harap Sardison.(MARTUNAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here