Aktivis Desak Pemerintah Tegas Tangani Kebakaran Hutan

0
340
Pengurus Pusat Kordinator Wilayah (Korwil) 13 GMKI untuk Sumatera, Rimbun.

TANJUNGPINANG – Letak geografis Provinsi Kepri yang berada di antara Provinsi Sumatera dan Kalimantan menjadikan daerah rawan terhadap asap kiriman akibat pembakaran hutan di daerah tersebut.

Berbagai aktivis menyuarakan pemerintah pusat maupun daerah tegas memberikan sanksi kepada pelaku.

Diutarakan Pengurus Pusat Kordinator Wilayah (Korwil) 13 GMKI untuk Sumatera, Rimbun. Sesuai informasi yang diterima, udara di Riau sudah cukup memprihatinkan.

Dituturkannya, asap akibat terbakarnya hutan kini cukup tebal dan bahkan berpotensi menggangu rutinitas masyarakat. Serta bisa berdampak kepada kesehatan lingkungan serta ekonomi.

Rimbun menuturkan, berdasarkan informasi yang diterima dari rekan-rekan mahasiswa di Riau, bahwa asap kini meyelumiti daerah tersebut. Bahkan sudah sampai ke kawasan Duri.

“Kita prihatin dengan kejadian ini, berharap pemerintah pusat maupun daerah memberikan sanksi tegas kepada pelaku pembakaran hutan. Ini bukan kejadian pertama namun sudah berulang yang merugikan masyarakat,” ujar Korwil membawahi tiga provinsi yaitu Kepri, Riau dan Sumbar kepada Tanjungpinang Pos, Rabu (11/9).

Dituturkannya, jangan sampai akibat asap makin banyak korban, khususnya jatuh sakit. Diantaranya saluran pernafasan hingga gangguan kulit dan iritasi mata. Khawatir bahkan menghabat jalur transportasi udara karena manajemen maskapai tidak berani memberangkatkan pesawat.

Ia menuturkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah memberikan ketegasan akan mencopot pangdam, kapolda, danrem dan kapolres yang tidak dapat menyelesaikan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Meski sudah diberi peringatan, menurutnya asap tetap menebal di kawasan yang menjadi perhatian pemerintah pusat tersebut.

Terkait kondisi di Kepri sesuai data dari BMKG belum mendapat asap kiriman, meski demikian perlu diantisipasi dengan mengawasi tindakan pembakaran hutan di daerah ini.

“Kita berharap jangan seperti kejadian sebelum-sebelumnya, Kepri pun dapat asap kiriman. Ini berdampak kepada aktivitas dan kesehatan. Perlu dihindari dengan menyuarakan percepatan penanganan dari pusat terkait kasus di daerah-daerah tersbeut,” ucapnya. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here