Alamak, Elpiji 3 Kg Bakal Naik!

0
92
Warga saat mengantre untuk mendapatkan gas ukuran 3 kg di salah satu SPBU. f-raymon/tanjungpinang pos

Kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) gas subsidi ukuran 3 kilogram (Kg) tinggal diteken Walikota Tanjungpinang H Syahrul.

TANJUNGPINANG – Harga Eceran Tertinggi semula Rp15.000 akan naik menjadi Rp18.000 per tabung.

Pemko Tanjunginang sudah melalukan pembahasan bersama antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri serta DPRD Kota Tanjungpinang. Dalam rapat tersebut, juga melibatkan Pemkab Bintan, sebagai daerah perbatasan dengan Tanjungpinang.

Padahal, saat ekonomi masyarakat sedang melemah Pemko Tanjungpinang justru berkeinginan menaikan (HET) gas elpiji 3 kilogram.

Anehnya, dari pihak pertamina tidak ada menaikan harga. Belakangan muncul dugaan adanya dugaan kongkalikong antara Pemko Tanjungpinang selaku pihak distributor.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tanjungpinang Riono mengatakan, untuk penyesuaian harga gas elpiji 3 kilogram sudah dilakukan pembahasan bersama antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri serta DPRD Kota Tanjungpinang. Dalam rapat tersebut, diputuskan harga HET Rp15 ribu per tabung, naik jadi Rp18 ribu. Atau, kenaikan Rp3 ribu per tabung. Sedangkan untuk kawasan Pulau Penyengat, ditambah Rp1000 sebagai biaya transportasinya. Jadi, HET gas di Penyengat jadi Rp19 ribu per tabung.

Riono beralasan, harga gas elpiji dinaikkan menjadi Rp18 ribu, karena ada item-item yang mempengaruhi, salah satunya biaya operasional oleh distributor. Di Tanjungpinang ada tiga perusahaan agen gas subsidi, yakni PT Bumi Kharisma Pratama, PT Mulia Bintan Sejahtera dan PT Adri Jasya Sakti.

”Tinggal ditekan Pak Walikota. Karena, Pak Walikota juga masih baru menjabat, jadi belum menekennya,” kata Riono, kemarin.

Sambung Riono, saat ini walaupun HET Rp15 ribu, tapi kenyataannya rata-rata masyarakat sudah membeli dengan harga Rp18 ribu per tabung. Jadi, kita naikkan Rp18 ribu ini untuk memberikan dasar hukum saja. Menurutnya, dalam rapat tersebut, sepakat harga HET naik, dengan catatan stakeholder atau OPD terkait akan melakukan pengawasan di lapangan.

Menurutnya, jangan harganya sudah HET Rp18 ribu tapi tapi masyarakat membeli mencapai Rp21 hingga Rp23 ribu per tabung.

”HET naik dengan catatan stakeholder dan OPD terkait tetap meningkatkan pengawasan, supaya masyarakat tetap membeli harga eceran Rp18 ribu,” ujarnya.

Sebelumnya, Kabid Perdagangan Disperdagin Kota Tanjungpinang, Desi Afrianty ia mengaku belum tahu pasti kapan HET tabung gas elpiji 3 kilo akan ditetapkan oleh Pemko Tanjungpinang. ”Naik Rp 3 ribu untuk mengimbangi biaya operasional yang sudah dikeluarkan oleh para agen tabung gas elpiji 3 kilo di Tanjungpinang,” ujarnya. (ABAS-DESI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here