Alamak, Rupanya Ada Alat Bantu Seks

0
9882
Personel Polres Bintan memeriksa isi barang dari kontainer di bawah tenda, Jumat (9/3) kemarin. f-jendaras/tanjungpinang pos

Penasaran Saat Memeriksa Isi Kontainer Ilegal

Jajaran Polres Bintan harus mendirikan tenda di halaman komplek rumah sewa polisi di Mapolres, Bintan Buyu untuk memeriksa satu per satu isi kontainer yang ditangkap dua hari lalu. Setelah minuman beralkohol, apa lagi yang ditemukan polisi di kontainer berikutnya?

BINTAN – Satu kontainer terbuka, Kamis (8/3) sore lalu. Personel Polres Bintan dan pekerja langsung mengumpulkan satu per satu botol minuman beralkohol dari berbagai merek. Maknyus, minuman ini berkelas internasional.

Ribuan botol mikol sudah dihitung, namun pekerja belum tuntas menghitungnya, hingga Kamis malam. Polisi terpaksa mendirikan tenda. Hingga Jumat (9/3) sore, Tim Reserse Kriminal Polres Bintan dan Polsek Bintan Timur serta beberapa pihak terkait sudah membongkar 3 dari 5 kontainer berisi barang yang dicurigai ilegal tersebut.

Saat pembongkaran kontainer pertama, isinya berupa minuman beralkohol dengan merek ternama sebanyak 10.956 botol yang terdiri dari 13 merek. Kemudian pada isi kontainer kedua berseri PDIC 000061 yang dibongkar petugas berisi ragam produk baik SNI maupun non SNI sebanyak 242 koli.

Isinya beragam, mulai dari pakaian anak anak, pakaian dewasa, kosmetik, obat-obatan, sparepart komputer, sparepart sepeda motor, mainan anak anak, alat elektronik hingga mainan seks (sex toys).

Hingga saat ini, kontainer ketiga yang sudah dibongkar seluruh isinya sedang dalam tahap pemeriksaan dan belum selesai. Isinya tidak jauh berbeda dengan kontainer kedua. Kapolres Bintan AKBP Boy Herlambang mengatakan, kalau pada pembongkaran muatan kontainer kedua yang dilakukan Kamis malam kemarin terdapat pula sex toys. ”Informasi anggota begitu (Ditemukan sex toys),” katanya selepas shalat Jum’at di Kampung Lome.

Sampai sejauh ini, jajarannya menurut Boy masih terus mendata isi muatan kelima kontainer. Rencananya Senin (12/3) pekan depan tim Dirkrimsus Polda Kepri akan bergerak ke Polres Bintan guna pemeriksaan daripada sample barang-barang dari isi kelima kontainer. ”Senin nanti orang Dirkrimsus turun,” sambungnya.

Ia memastikan kalau sejauh ini jumlah miras impor yang sudah ditemukan berjumlah 10.956 botol dari 13 merk ternama seperti Marteel, Jack Daniel, Grey Goose Vodka dan lain sebagainya. ”Kemungkinan bisa bertambah, tapi biar lebih jelasnya nanti setelah selesai dibongkar semua dan rencana akan dirilis oleh Bapak Kapolda,” terangnya.

Pantauan di lapangan, pembongkaran isi kontainer ketiga yang dilakukan sebelum Salat Jumat terdapat sejumlah produk kosmetik, pakaian anak, pakaian dewasa, mainan anak anak, obat/serum ayam.

Petugas gabungan dari Polsek Bintan Timur dan Polres Bintan masih terus melakukan pendataan terhadap barang-barang yang sudah berhasil dikeluarkan dari dalam kontainer. Pembongkaran kontainer keempat dilaksanakan kesorean harinya.

Seperti diberitakan sebelumnya, polisi membongkar isi kontainer yang berhasil diamankan di pelabuhan bongkar muat Pelindo 1 Kijang di Mapolres Bintan. Sebanyak 10.956 botol miras import yang tertumpuk dalam satu kontainer milik Pelni Logistics berseri SBNU 2001400 dibongkar petugas kepolisian di Mapolres Bintan dipimpin Kabag Ops Polres Bintan Kompol Hari Yoyono, Kasat Reksrim AKP Adi Kuasa Tarigan serta Kapolsek Bintan Timur AKP Abdurahman, Kamis (8/3) sore.

Kepolisian sejak awal sudah mencurigai muatan lima kontainer dari salah satu gudang didaerah Km 6 Tanjungpinang itu ilegal, sebab tidak dilengkapi dokumen resmi dari pihak terkait.

Saat hendak diangkut ke pelabuhan Tanjung Priok Jakarta menggunakan kapal KM Doro Londa dari pelabuhan Kijang, kepolisian menghentikan aksi tersebut. Kepala Perwakilan Pelindo 1 Kijang, Khoiruddin Lubis, pihaknya mendapatkan perintah dari bagian reserse Polsek Bintan Timur untuk menahan kelima kontainer tersebut saat tiba dipelabuhan untuk dimuat ke kapal KM Dulorondak dari Kijang.

”Dokumen yang diserahkan kepada kami hanya surat jalan, isinya full dan nomor kontainer saja. Soal muatannya apa bukan kewenangan kami,” tegasnya.

Kelima kontainer itu diangkut dari gudang yang ada di Tanjungpinang dan tiba di pelabuhan bongkar muat Sabtu kemarin sekitar jam 9 pagi. Saat hendak dimuat ke kapal KM Dulorondak, pihak Pelindo mendapat perintah untuk menahan kelima kontainer tersebut.(YENDI-JENDARAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here