Alamak, Tak Ada Toilet Umum di Penyengat!

0
371
FESTIVAL PENYENGAT: Salah satu peserta saat pengikuti peragaan busana di acara Festival Pulau Penyengat, Sabtu (22/7) di Pulau Penyengat. f-suhardi/tanjungpinang pos

Pulau Penyengat yang terkenal sebagai destinasi wisata internasional, ternyata belum memiliki toilet umum untuk pengunjung. Ini citra buruk di mata wisatawan. Toilet salah satu sarana pendukung yang penting di objek wisata.

PENYEGAT – Menurut Ketua RW 01 Kampung Datuk, Firdaus sulit mewujudkan Pulau Penyengat masuk daftar warisan budaya dunia dari UNESCO, kalau toilet umum saja tak ada. ”Kasihan pengunjung. Toilet umum hanya ada di Dermaga Pulau Penyengat. Itupun tak berfungsi lagi,” kata, Firdaus kepada Tanjungpinang Pos, Minggu (23/7).

Kata dia, kalau ada pengunjung yang ingin membuang air kecil atau air besar, terpaksa mereka pergi ke toilet Masjid Raya Sultan Riau Penyengat dan Balai Adat Melayu. Bagaimana kalau pengunjung, saat mau buang air kecil, jauh dari masjid. Terjadi selama ini, sudah kebelet sekali, pengunjung terpaksa numpang di rumah warga. Ia meminta agar Pemprov Kepri maupun Pemko Tanjungpinang membuat toilet umum di setiap destinasi wisata yang ada di Pulau Penyengat. Apalagi turisnya banyak.

Ia heran, destinasi Pulau Penyengat sudah mendunia, tapi pemerintah daerah tak ada niat membangun toilet umum. Toilet umum sangat penting bagi pengunjung, termasuk turis mancanegara. ”Mestinya, Dinas Pariwisata Provinsi Kepri atau Dinas Pariwisata Kota Tanjungpinang, bangun dong toilet umum. Seperti tempat pariwisata lainnya di Indonesia,” tegasnya.

Kata dia, masih banyak yang harus dibangun di Penyengat, untuk meningkatkan kunjungan pariwisata. Selain harus dibangun toilet umum, kemudian jalan-jalan menuju destinasi harus dibangusin. Termasuk, tangga menuju bukit kursi harus dipoles dengan baik. Wisata bukit kursi harus dibenahi. Kalau bisa, dibuat jalan lain tak menanjak untuk sampai ke bukit tersebut. ”Libatkan masyarakat setempat untuk menjaga objek wisata di Penyengat,” tegasnya.

Tirno, salah satu pengunjung Pulau Penyengat dari Bintan, Minggu (23/7), anaknya mengeluh perutnya sakit hingga mau buang air besar, saat menyaksikan Festival Pulau Penyengat. Ia langsung ke dermaga, karena di dermaga ada toilet umum. Tapi, toilet umum itu digembok, tidak dioperasikan lagi. ”Jadinya, saya terpaksa numpang buang air besar di warung dekat pintu gerbang mau masuk ke Penyengat. Untung saja ada toilet. Karena warung itu sekaligus rumah warga setempat. Jadi, ada toilet. Saya numpak dengan yang punya warung,” cerita Tirno.

Atas kejadian tersebut, Tirno berharap pemerintah untuk memperhatikan toilet umum di Pulau Penyengat. Sehingga pengunjung mudah untuk buang air kecil maupun air besar di Pulau Penyengat. ”Kasihan kalau ada pengunjung sakit perut dan ingin boker, tak ada toilet, bagaimana perasaanya,” sebut dia. Sebelumnya, Pemprov Kepri dan Pemko Tanjungpinang, sudah lama berjanji akan bangun toilet umum di Penyengat. Nyatanya, ganti pemimpin hingga saat ini, janji itu belum juga terwujud.(ANDRI DS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here