Alat Nelayan Asing Canggih

0
702
Kapal dan nelayan asing saat diamankan petugas beberapa waktu lalu.F-dokumen/tanjungpinang pos

MBS.IBUK Susi mentri Kelautan telah menerapkan hukuman keras lagi berat terhadap kapal pencuri ikan di laut Kepulauan Riau. Kapal diledakkan, ditenggelamkan orangnya diproses menurut hukum. Tapi belum membuat pencuri ikan ciut nyalinya, sampai akhir2 ini pencuri dari negara Thailand, Vitnam, Philipina dan termasuk dari jiran Malaysia ramai2 masih mau mencuri ikan ke perairan Kepri.Jadi bukti, biar alur lautnya sama tapi ikannya banyak di laut Kepri. Mereka kerja cepat, sebentar hasilnya besar karena punya pukat harimau dan peralatan canggih lainnya.
+6281364252006

Laut Kepri Incaran Nelayan Asing
KENAPA
Pencuri ikan dari negara asing ketagihan datang ke laut Kepulauan Riau?.Jawabnya karena laut Kepri banyak ikannya dan kurangnya pengawasan diperbatasan perairan wilayah kita. Kalau laut dijaga dg ketat,pencuri ikan itu tidak akan masuk melanggar teritorial kita. Disinilah peran nelayan lokal kita bisa beoperasi di laut seperti nelayan asing punya peralatan canggih terkecuali pakai bom bahan peledak. Jangan takut ikan habis ditangkap di laut karena ikan dalam khazanah(kekayaan) Allah. Kadangkala kita bodoh juga,nelayan lokal disuruh pakai jaring/pancing sedangkan pencuri ikan dibiarkan pakai pukat harimau alat canggih lainya. Sebaiknya pelanggar aturan kita kenakan hukum denda/pajak, agar dapat memasukkan devisa negara kita yg sedang devisit. Hukum yg setimpal perlu diterapkan agar tdk timbul dendam dari negara tetangga,kalau tidak dia bisa saja balas seperti menyandera kapal org kita.
+6281364252006

TANGGAPAN:
Sepanjang tahun 2018 lalu, Jajaran Koarmada I telah berhasil menyelematkan keuangan negara mencapai Rp1,7 triliun. Untuk Januari hingga Maret tahun 2019 ini saja sudah Rp176 miliar kerugian negara diselamatkan.

Baca Juga :  Tertibkan penjualan gas Subsidi

Nilai Rp1,7 triliun itu dari hasil tangkapan di tahun 2018 mulai dari penyelundupan miras, narkoba, ilegal fishing, handphone dan minyak.

Penyelamatan kerugian negara itu berasal dari seluruh rangkaian pencegahan berbagai tindak pidana sepanjang tahun 2018. Sepanjang Januari-Maret 2019, kita mengamankan sebanyak 13 kapal kapal nelayan Vietnam yang melakukan ilegal fisging, termasuk diantaranya bertugas mentransfer minyak.

Penangkapan itu terjadi didaerah perairan rawan-rawan terjadinya penyelundupan sehingga kita prioritaskan untuk melakukan patroli.

Dalam dua minggu kami menangkap penyeludupan baby lobster. Artinya, dari seluruh rangkaian penangkapan dilakukan di wilayah yang dianggap rawan di perbatasan. Kita selalu mengingatkan untuk menekan jajaran agar selalu alot dan waspada terhadap kegiatan ilegal di daerah perbatasan. Kami tetap melakukan prioritas operasi untuk menyelamatkan kerugian negara, selain itu kita juga bekerjasama dengan tim intelijen sehingga kita menyelamatkan kerugian negara.

Baca Juga :  Lowongan CPNS

Kita tidak gentar untuk melakukan tindakan dan melakukan proses hukum di Indonesia. (ray)

Laksamana Muda Yudo Margono
Panglima Koarmada I TNI Angkatan Laut,

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here