Alat Peraga SABAR Bernuansa Nasionalis

0
550
Ade Angga

TANJUNGPINANG – Tim Pemenangan pasangan H Syahrul dan Rahma (SABAR) sedang memasuki tahap finalisasi desain alat peraga Syahrul-Rahma sebelum diputuskan nanti di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tanjungpinang.

Ketua Tim Pemenangan SABAR, Ade Angga MM mengatakan, mereka mendesain alat peraga maupun foto Syahrul-Rahma dengan warna putih dan kuning serta bercorak merah putih.

”Ini menjadi khas bagi pasangan Rahma sebagai tanda bahwa mereka berdua adalah nasionalis. Kita sedang tahap finalisasi,” ujar Ade Angga via ponselnya, Minggu (4/3).

Beragam desain telah dipersiapkan tim baik itu untuk baliho, pamflet, spanduk, umbul-umbul dan alat peraga kampanye lainnya. Sehingga pilihan ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

Wakil Ketua I DPRD Kota Tanjungpinang ini menjelaskan, mereka hanya menyediakan desainya saja. Sedangkan yang membuatnya atau mencetaknya nanti adalah tetap KPU Tanjungpinang.

”Aturannya memang begitu. Kita buat desaikan, lalu kita diundang rapat nanti sama KPU untuk menetapkan mana desain yang dipakai. Kalau yang mencetak tetap KPU, jumlahnya untuk setiap pasangan tetap sama. Kalau untuk SABAR misalnya dicetak 5.000 pisis, untuk pasangan lain juga sama,” tambahnya.

Ketua KPU Tanjungpinang Robby Patria mengatakan, pihaknya belum menjadwalkan kapan pertemuan dengan tim pemenangan pasangan calon soal penetapan desain alat peraga.

”Kita sudah pernah melakukan pertemuan sekali. Nanti kita jadwaljkan lagi karena masih ada juga hal lain yang perlu kita bahas dengan masing-masing tim pemenangan pasangan calon,” jelas Robby melalui ponselnya, kemarin.

Robby menambahkan, salah satu yang perlu dibahas dengan masing-masing tim sukses nanti adalah pembatasan dana kampanye. Ditanya berapa batas maksimal dana kampanye masing-masing kandidat di Tanjungpinang, Robby belum bisa menjawabnya karena belum melakukan pertemuan dengan masing-masing pasangan calon.

Ia menjelaskan, saat dirinya komunikasi dengan temannya yang juga Ketua KPU Kota Bogor, di sana sudah disepakati dana kampanye kandidat maksimal Rp 100 miliar.

”Tapi di sana penduduknya sekitar 3 juta jiwa. Tanjungpinang sekitar 200 ribu orang pendudukanya. Mana mungkin segitu. Tapi nilainya tergantung pembahasan nantilah,” tambahnya.

Pembatasan dana kampanye sangat penting dilakukan agar berkeadilan. Dana kampanye itu dihitung masing-masing tim sesuai perkiraan kebutuhan mereka selama kampanye nanti.

Dana kampanye bukan untuk baliho atau spanduk, namun kepada kebutuhan dana kampanye terbuka dan tertutup. Misalnya, berapa kali mengadakan pertemuan dengan masyarakat.

Kemudian dihitung atau diperkirakan berapa biaya sekali pertemuan dengan kapasitas sekian. ”Mereka yang menghitungnya nanti, lalu kita kita hasil perhitungan mereka itu,” ungkapnya lagi.

Pemilihan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang akan digelar pada, 27 Juni 2018. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here