Alat Uji Kandungan Logam di Air Rusak

0
758
UJI ALAT: Anggota Komisi III DPRD Kepri menguji alat deteksi kandungan logam dalam air di Kantor DLHK Pemprov Kepri di Sekupang, Jumat (10/11).f-istimewa/humas dprd kepri

Komisi III DPRD Kepri Minta Diperbaiki

BATAM – Komisi III DPRD Provinsi Kepri melakukan peninjauan lapangan di Laboratorium Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Pemprov Kepri di Sekupang, Batam, Jumat (10/11).

Sekretaris Komisi III DPRD Kepri, Surya Makmur bersama rombongan Komisi III didampingi Sekretaris DLHK Provinsi Kepri M Yunus menemukan beberapa peralatan di laboratorium tersebut tidak berfungsi. ”Coba alat mana yang bisa dinyalakan dan dipraktikkan penggunaannya. Kita mau tahu cara kerja alat-alat ini,” ujar Surya Makmur.

Alat yang dimaksud oleh Surya Makmur adalah Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) yang digunakan untuk melakukan pengetesan kandungan logam dalam air. Selain itu, anggota Komisi III Irwansyah juga mengatakan bagaimana melayani masyarakat jika peralatan yang berada di laboratorium tersebut tidak berfungsi. ”Ini kalau tidak berfungsi semua alatnya bagaimana? tanya Irwansyah.

Baca Juga :  2017, Ekspor Kepri Rp 164 Triliun

Menjawab pertanyaan anggota dewan, Kasi Kajian Dampak Lingkungan DLHK Provinsi Kepri Julhaidir mengatakan bahwa sebenarnya alat-alat tersebut berfungsi secara normal tetapi memang ada beberapa sparepart kelistrikannya yang rusak sehingga tidak bisa menyala. ”Ini kami sedang perbaiki sparepart-nya pak. Kami kirim ke Medan,” terang Julhaidir.

Melihat kondisi laboratorium tersebut, Surya Makmur meminta agar peralatan tersebut segera diperbaiki. ”Dinas harus segera melakukan penyempurnaan alat-alat yang rusak tersebut agar laboratorium ini dapat difungsikan secara maksimal,” terang Surya Makmur.

Baca Juga :  Harga Mahal, Dijual ke Bangka

Ia juga menjelaskan bahwa saat ini laboratorium tersebut belum dijadikan sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) sehingga belum bisa menangani secara khusus hal-hal yang berkaitan dengan lingkungan hidup seperti air yang layak untuk dikonsumsi. ”Kalau sudah dijadikan sebagai UPT, nanti bisa turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan air di masyarakat sesuai dengan kewenangan yang dimiliki,” jelasnya.

Anggota Komisi III Asep Nurdin juga menambahkan, jika peralatan-peralatan yang berada di laboratorium tersebut dibiarkan saja maka makin hari akan semakin rusak dan akhirnya terbengkalai. ”Harus segera diperbaiki agar bisa melayani masyarakat dengan optimal,” kata Asep Nurdin.

Baca Juga :  September, PWI Tanjungpinang-Bintan Terbentuk

Dalam kunjungan tersebut turut hadir anggota Komisi III Raja Bahctiar, Suryani, Raja Astagena, Saproni dan Sahmadin Sinaga. (mas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here