ALFI Dorong Kepri Jadi Poros Maritim Dunia

0
1122
Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (Alfi) Pusat Yukki Nugrahawan Hanafi saat memaparkan tentang kondisi Kepri.f-suhardi/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Pertumbuhan Industri maritim tahun 2018 akan tumbuh dengan pesat, jika seluruh elemen bersinergi dengan baik tanpa mengedepankan ego sektoral. Hal itu disampaikan Ketua Umum Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Pusat Yukki Nugrahawan Hanafi kepada Tanjungpinang Pos, Rabu (28/2) kemarin.

Menurut Yukki, Kepri menurutnya adalah provinsi yang sangat strategis dalam rangka pengembangan sektor industri kemaritiman. Karena menurutnya, Kepri berdekatan dengan Selat Malaka, sebagai jalur pelayaran tersibut di dunia dan berbatasan langsung dengan negara maju seperti Singapura, Thailand bahkan Filipina.

”Kenapa tidak bisa memanfaatkan kesempatan ini. Saya pikir Kepri bisa jadi poros maritim dunia,” jelasnya usai melantik pengurus ALFI wilayah Kepri.

Baca Juga :  Diekspos Kapolda, Dijual Anggota

Menurut dia, potensi Kepri menjadi salah satu poros maritim dunia memungkinkan, karena wilayah ini memiliki peluang untuk mengembangkan industri kemaritiman seperti antara lain, industri perbaikan dan pengembangan kapal, jasa kepelabuhanan, sentra logistik, industri perikanan, pariwisata bahari dan lain sebagainya.

Di lain hal, tak hanya itu saja, potensi yang masih belum tergerus dan memiliki nilai jual pendapatan luar biasa dari sektor, pertambangan bauksit, timah batu besi, granit, pasir darat dan laut,bahkan lanjut dia, industri perikanan dan wisata bahari.

Baca Juga :  Defisit, Anggaran Semua OPD Dipangkas

Selain itu juga, potensi lainnya yang tak kalah menarik lainnya, dari sektor perkebunan terutama untuk komoditi karet, kelapa dan cengkih. Sedangkan, di sektor pertanian wilayah ini berpeluang mengembangkan komoditi sayuran dan buah-buahan.

Dia mencontohkan, di pasar Singapura buah dari Malaysia 34 persen, diikuti Tiongkok 15 persen, Amerika 10 persen,, Afrika selatan 8 persen, dan Indonesia hanya 0,6 persen. Demikian pula pangsa pasar sayur mayur Malaysia di sana sekitar 43 persen Tiongkok 29 persen, India 5 persen, sedangkan Indonesia rata-rata hanya 4 persen. Padahal, negara yang maju dan pesat ini berdekatan dengan Kepri.

Baca Juga :  Nurdin Belum Tentu Hadir

”Kalau misalnya lahan seluas 8,3 kilometer persegi saja dimanfaatkan untuk sektor komoditi pertanian ini, dan hasil panennya di kirim ke negara tetangga tersebut, maka pendapatan masyarakat di sini pasti akan meningkat tajam,” terangnya.

Yukki menambahkan, di Kepri juga berpeluang dikembangkan sedikitnya 18 kawasan industri baru selain, 26 kawasan industri yang ada di Pulau Batam. (ais)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here