Alhamdulillah Pergantian Mereka Diproses

0
399
Anggota PPK dan PPS yang mengundurkan diri foto bersama dengan komisioner KPU Tanjungpinang di kantor KPU. Lembaga itu harus mencari sosok figur calon PPK dan PPS yang paham soal teknis pemilu. Apalagi tantangan Pemilu 2019 lebih rumit dari pemilu sebelumnya.f-istimewa

12 Penyelenggara Pemilu Mundur

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tanjungpinang menyesali aturan larangan dua periode yang ditujukan kepada Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) karena sudah mendekati pada hari pencoblosan 17 April 2019.

TANJUNGPINANG – Pemberlakukan dua periode tertuang di Surat Keputusan KPU RI Nomor : 532/PP.05-Kpt/01/KPU/II/2019 tentang perubahan kedua atas keputusan KPU nomor 31/PP.05-KPT/03/KPU/I/2018 tentang petunjuk teknis pembentukan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dalam penyelenggara Pemilu.

”Kita tidak bisa berbuat banyak. Pasalnya, aturan itu datang dari KPU RI, bukan dari KPU di daerah,” kata Yusuf, Divisi Partisipasi Masyarakat (parmas) dan Sumber Daya Manusia (SDM) KPU Kota Tanjungpinang kepada Tanjungpinang Pos, Rabu (27/3).

Baca Juga :  Ismeth Meletak Pembangunan, Sani Menjadikan

Khusus di Kota Tanjungpinang, ada dua orang yang sudah mengundurkan diri dari anggota PPK, seperti Iwan Darmawan dari PPK Tanjungpinang Barat dan Yasmadi dari PPK Tanjungpinang Timur.

Berbeda dengan PPS. Ada sebanyak 10 orang yang sudah mengundurkan diri dari anggota PPS di tempatnya. Mulai dari Husin Mahmud dan Yunita Erlina dari PPS Kampung Baru, Sumarni dan Sumarmi dari PPS Bukit Cermin, Rafik Ruwaida dan Sri Mulyono dari PPS Kampung Bulang, Mulya Iskadar dari PPS Dompak, Hafir dan Suryana dari PPS Pulau Penyengat, Mursidi dari PPS Senggarang.

Baca Juga :  Ajukan Rp 6,3 Miliar Dikasih Rp 2 Miliar

”Mereka semua murni telah mengundurkan diri. Karena mereka sudah dua periode menjabat di PPK dan PPS. Ini berdasarkan data yang kita miliki,” ucap dia.

Sebelum mengundurkan diri, Yusuf katakan, pihaknya sudah memberikan dua pilihan kepada anggota PPK dan PPS yang sudah menjabat dua periode, yakni mengundurkan diri atau di nonaktifkan dari anggota PPS dan PPK.

Ia merasa bersyukur, semua anggota PPS dan PPK yang sudah dua periode dengan senang hati mau mengundurkan dirinya. Pengunduran diri yang disampaikan dari masing-masing mereka melalui surat pengunduran diri.

”Alhamdulillah, pergantian mereka sedang dalam proses,” terang dia.

Yusuf yakin, kebutuhan PPS sebanyak 54 orang bakal bisa terpenuhi sebelum pencoblosan 17 April 2019. Begitu juga dengan kebutuhan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) sebanyak 3.969 orang dan PPK sebanyak 20 orang bakal terpenuhi.

Baca Juga :  Bacaleg DPD RI Dapil Kepri Bakal Berguguran

Memang saat ini, katanya, pihaknya sedang mengroscek progres ke masing-masing kelurahan di Kota Tanjungpinang. Apakah kekurangan anggota penyelenggara Pemilu sudah terpenuhi atau belum.

”Ada yang masih kurang dua orang, bahkan enam orang per kelurahan. Untuk pastinya, saya sedang menunggu laporan. Mudah-mudahan bisa terpenuhi sampai batas waktu yang ditetapkan,” sebut dia.(ANDRI DS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here