Aliansi Warga Kampung Bugis Tuntut PT BMS

0
702
BEKAS GALIAN: Samsuri menunjuk kolam pengerukan oleh PT BMS di Kampung Bugis. f-raymon/tanjungpinang pos

Minta Bangun Batu Miring dan Timbun Kembali Bekas Galian 

Tanjungpinang – AliaNsi warga Kampung Bugis menuntut PT Bintan Marina Shipyard (BMS) agar melakukan penimbunan atau reklamasi atas pengerukan lahan dan pemasangan batu miring di lokasi RT 01 RW 02.

Penanggung jawab Aliasi Samsuri mengatakan, masyarakat meminta kepada manajemen PT BSM segera melakukan penimbunan lahan kembali akibat pengerukan yang dilakukan beberapa tahun lalu.

”Bekas kalian itu sudah pernah ada warga yang menjadi korban jatuh bersama motornya. Kita minta untuk kolam segera ditutup kembali karena juga bisa menjadi sumber penyakit dan sarang ular,” kata Samsuri kepada Tanjungpinang Pos (23/3).

Menurutnya, dari dampak pengerukan sekarang menjadi kolam itu sangat berbahaya bila dibiarkan apabila tidak ada tindakan.

Selain itu juga menuntut kepada PT BMS untuk membuat batu miring agar lahan yang dilewati masyarakat tidak longsor.

Menurutnya, pada Sabtu 13 Agustus 2016 lalu, mereka sudah melakukan mediasi dengan PT BMS, dari pihaknya setuju untuk melakukan penimbunan dan pembuatan batu miring.

Tetapi sampai sekarang belum juga dilakukan hanya ada pohon bambu yang ditanam oleh pihak PT.BMS.

Sedangkan lahan tebing yang sudah longsor hanya dipancang kayu.

”Sudah tujuh bulan tidak ada penimbunan dan pembuatan batu miring dari pihak perusahaan. Waktu mediasi itu juga dihadiri dari pihak Polres Tanjungpinang,” sebutnya.

Pada mediasi lalu, Samsuri menjelaskan, pihak peruhasan setuju untuk melakukan semua dan pihak perusahaan bersedia menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) kepada masyarakat Kampung Bugis.

”Sampai sekarang tidak ada dilakukan tanggung jawab sosial lingkungan kepada masyarakat, jarak perusahan dengan pemukiman hanya 300 meter,” ungkapnya.

Pihaknya tidak akan tinggal diam atas pembiaran lingkungan di Kampung Bugis. Ia sudah melaporkan kepada DPRD Kota Tanjungpinang bahkan sampai kepada Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kota Tanjungpinang.

”Bila tidak ada etika baik dari perusahaan, aliasi masyarakat Kampung Bugis akan melakukan aksi demo dan melakukan pembelokan jalan baik itu jalur laut dan darat,” ujarnya.(Raymon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here