Alkes Terbatas, Pasien Melahirkan Dirujuk ke Natuna

0
893
TERBATAS: Rumah Sakit Bergerak (RSB) di Letung Anambas yang jumlah dan jenis alat kesehatannya sangat terbatas.F-DOKUMEN/TANJUNGPINANG POS

ANAMBAS – Akibat alat kelengkapan di sejumlah rumah sakit di Anambas tidak lengkap, Mawar warga Kecamatan Jemaja, terpaksa harus dirujuk ke Natuna untuk melahirkan.

Sedianya Mawar dirujuk ke Tanjungpinang atau Batam, namun karena tidak ada kapal maka, rujukan ke RSUD Natuna.

”Pasien ini akan kita bawa ke Natuna, tapi tidak menutup kemungkinan akan dibawa ke Jakarta juga. Untuk saat ini kita kesulitan dengan transportasi dan juga alat kesehatan di Rumah Sakit Bergerak (RSB) di Kecamatan Jemaja yang tidak memadai,” ungkap Suandari perawat yang mendampingi Mawar ketika ditemui Tanjungpinang Pos di Kapal Bukit Raya, Minggu (5/3).

Baca Juga :  Enam Kasus Narkoba Terungkap di Anambas

Menurutnya, pasien tersebut harus dirujuk ke rumah sakit lain, menilai kondisi kehamilannya tidak bisa dirawat di RSB, pihak rumah sakit tidak berani mengambil resiko apabila terjadi hal yang tidak inginkan.

”Sesuai keputusan oleh RSB pasien tersebut harus dirujuk dan diperkirakan pasien itu harus dioperasi, sedangkan alat kesehatan dan dokter spesialis tidak ada,” ujarnya.

Kenapa pihaknya memilih rujuk ke rumah sakit di Kabupaten Natuna, sebab disanalah hanya pilihannya. Hal itu juga dikarenakan kapal feri yang biasa melayani masyarakat Anambas menuju ke Tanjungpinang tidak berlayar akibat gelombang tinggi.

”Hari ini ada kapal Bukit Raya dari Tanjungpinang menuju Natuna kita langsung berangkatkan pasien itu,” ungkapnya.

Baca Juga :  Sampah Jadi Nilai Tambah Ekonomi

Sementara itu Jasril Jamal selaku anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Anambas prihatin dengan kondisi ini. Mestinya hal ini tidak terjadi apabila alat kesehatan dilengkapi dengan baik.

Ia menyayangkan Dinas Kesehatan Anambas yang lamban memenuhi kebutuhan alkes rumah sakit. Anambas sendiri memiliki dua rumah sakit yakni Rumah Sakit Bergerak (RSB) di Kecamatan Jemaja dan Rumah Sakit Lapangan (RSL) di Kecamatan Palmatak.

”Mestinya hal ini tidak terjadi jika pemda cepat tanggap dan ini terkesan mereka sangat lamban. Saya pastikan ini tidak akan terjadi lagi. Kita akan tekankan ke pemda agar segera menyikapinya dengan cepat,” tegasnya.

Baca Juga :  Haris Resmikan Kapal Cepat

Ia juga menyarankan, agar pemerintah segera mengoperasikan rumah sakit yang berada di Kota Tarempa. RSUD itu telah menelan anggaran miliaran rupiah itu.

”Saya berharap seluruh rumah sakit dapat dilengkapi alat kesehatan termasuk rumah sakit yang berada di kota Tarempa. Masyarakat itu butuh jaminan kesehatan yang baik. Pemda harus segera menyikapinya,” tegasnya. (cr29)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here