Alokasi Lahan Bisa Diakses di Google Earth

0
592
Ketua DPRD Batam Nuryanto saat meninjau pelayanan di MPP beberapa waktu lalu.f-dokumen/istimewa

BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam melakukan digitalisasi peta lahan di Batam dan itu sudah hampir tuntas. Sebanyak 95 persen data peta lokasi lahan di Batam sudah diinput. Dengan sistem atau software yang lebih ringan, data peta lahan di Batam nantinya akan bisa dibuka diperangkat mobile selain komputer di Google Earth.

Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Usaha BP Batam, Dwianto Eko Winaryo mengatakan, sekarang digunakan disebut dengan data KMZ untuk peta alokasi. ”Data KMZ tinggal diintegrasi dengan Google Earth. Seluruh informasi mengenai lahan-lahan yang ada di Batam bisa dilihat di peta itu,” ujarnya.

Peta alokasi lahan dibuat dalam bentuk digital. Setelah selesai, nantinya akan dimuat di websites yang disiapkan BP Batam. Sehingga semua warga dan pengusaha bisa mengakses dengan mudah. ”Peta lahan digital itu akan dimuat di website BP. Jadi mudah diakses, jelas Eko.

Baca Juga :  BP Batam Siapkan Rp9 Miliar Untuk Kantor Kanpel Kemenhub

Dijelaskan, peta lokasi lahan itu akan memuat identitas identitas penerima alokasi, nomor PL, tanggal PL, tanggal jatuh tempo, luas lahan, peruntukan lahan dan lainnya. Saat ini, peta yang sudah rampung 95 persen baru bisa diakses di lingkungan BP Batam.

”Sekarang masih diinternal karena belum selesai. Itu sementara kita pakai untuk membantu sejumlah proses di internal kantor pengelolaan lahan,” bebernya.

Diakui, pihaknya akan membuka semua data lahan di website nantinya setelah proses digitalisasi tuntas. Namun sebelum diunggah ke websites, BP akan melakukan sinkronisasi dengan BPN. Walau tidak sampai detail semua ditampilkan.

Baca Juga :  Penumpang Akan Diisolasi

”Butuh data lahan untuk pelayanan, kita bisa panggil dengan sistem digital. Tapi sudah ada gambaran jelas, karena memuat penerima alokasi dan luasnya,” sambung dia.

Selain digitalisasi peta lahan, BP Batam juga melakukan digitaliasi dokumen lahan. Seluruh data yang ada discan dan dikodefikasi menggunakan barcode. Dengan digitalisasi dokumen, kodefiikasi bisa menghilangkah kekhawatiran soal dokumen palsu.

”Kodefikasi ini untuk mempercepat proses pencarian dokumen lahan,” harap Eko.

Diakui, BP Batam saat ini masih menggunakan sistem manual. File-file yang berkaitan dengan lahan masih berbentuk dokumen fisik yang tersebar di sejumlah divisi. Kondisi ini membutuhkan waktu cukup lama ketika ingin mengumpulkan dokumen lengkap untuk 1 lahan tertentu.

Baca Juga :  Perusahaan Perakit Motor Listrik Beroperasi di Batam

”Dokumen lahan ini memuat SKEP, SPJ, Gambar PL, Endorse dan rekomendasi,” sambung dia.

Saat ini diakui, untuk peta alokasi lahan, pihaknya menggunakan software yang lebih ringan dari sebelumnya, saat Hatanto memimpin BP Batam tahun 2016 lalu. Dimana dulu, menggunakan software arcmap dan arcgis software.

”Peta sekarang jauh lebih detail dibanding dengan peta digital milik BPN. Beberapa layer yang lebih komplit. Mulai dari layer tata guna lahan, peta hutan lindung dan lain sebagainya,” bebernya.(MARTUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here