Alumni Diminta Bikin Lapangan Kerja

0
386
Pidatu Bupati: Bupati Natuna Hamid Rizal menyampaikan sambutan ke wisudawan-wisudawati di Gedung Pertemuan Sri Serindit, Ranai, Rabu (11/10) kemarin. f-ISTIMEWA

125 Mahasiswa STAI Natuna Diwisuda

NATUNA – SEBANYAK 125 mahasiswa dari Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Natuna diwisuda di Gedung Pertemuan Sri Serindit, Ranai, Rabu (11/10) kemarin. Peserta wisuda kali ini berasal dari dua Program studi (Prodi) yakni Pendikan Agama Islam (PAI) dan Ekonomi Syahriah.

Para lulusan diharapkan siap bersaing di dunia kerja serta terpenting mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Wisuda tahun ini merupakan wisuda ke sebelas, untuk Prodi PAI dan ke tujuh untuk program studi Ekonomi Syariah.

Bupati Natuna Hamid Rizal meminta, para wisudawan dan wisudawati alumni STAI harus bisa berfikir positif dan kreatif dengan menciptakan lapangan pekerjaan baru. Ini dinilai penting, dalam upaya memajukan sektor ekonomi Natuna ke depan lebih baik.

”Kita hanya bisa menyampaikan kepada para peserta yang akan diwisuda, agar bisa memiliki jiwa wirausaha dan bisa menciptakan lapangan pekerjaan. Ini akan membuat perubahan bagi daerah ini bahkan bangsa,” kata .Hamid mengwakili, Pemda sesuai visi dan misi menetapkan pendidikan jadi pilar utama dan jadi prioritas yang terus diperhatikan.

Ini erat kaitannya untuk menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) siap saing. ”Saya berpesan, kepada wisudawan jangan berfikir ingin menjadi honorer atau Pegawai Tidak Tetap (PTT). Ini tidak akan membawa perubahan besar,” paparnya.

Bahkan, Pemda saat ini akan mengevaluasi para PTT yang kinerjanya tidak ada sama sekali. Maka dari itu, mahasiswa harus membuang niat menjadi PTT. ”Bahkan kini jumlah PTT di lingkungan Pemkab Natuna terbilang terlalu banyak. Ini membebani APBD,” ungkapnya.

Maka kedepan perlu dilakukan pengurangan yang tentunya perlu melakukan dikajian. Sementara Sekretaris Panitia Wisuda STAI, Herman mengatakan, mahasiswa yang ikut prosesi wisuda rata-rata yang dapar menempuh pendidikan sekitar 4,5 tahun dan paling lama 5,7 tahun. Dengan hasil IPK paling rendah 2,75 dan paling tinggi 3,6 lebih. ”Mereka semangat menyelesaikan pendikan dan dapat membangun daerah,” paparnya.(HARDIANSYAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here