Alur Laut Internasional Aman

0
408
KAPAL tanker melintas di perairan Kepri. Kapal-kapal internasional ini berlayar di perairan laut lepas. Kapal-kapal super jumbo nanti tidak akan terganggu dengan adanya Jembatan Babin. f-dok/tanjungpinang pos

Jembatan Babin Tidak Membentang di Laut Lepas

Rencana pembangunan Jembatan Batam-Bintan (Babin) membentang di atas laut dipastikan tidak akan mengganggu alur perairan internasional yang dilewati kapal-kapal super jumbo.

TANJUNGPIUNANG – KEPALA Dinas Perhubungan Pemprov Kepri, Brigjend Jamhur Ismail mengatakan, Jembatan Babin didesain tidak membentang di atas laut lepas yang biasa dilalui kapal-kapal internasional.

Sehingga, kapal-kapal barang maupun penumpang yang selama ini melintas di laut Bintan, Tanjungpinang dan Batam nantinya tetap bisa berlayar dengan aman dan nyaman di bawah jembatan itu.

Hal ini juga sudah disampaikannya kepada Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) di salah satu acara di Yogyakarta, belum lama ini.

Jamhur mengatakan, ketinggian Jembatan Babin juga didesain Pemprov Kepri dengan ketinggian tertentu agar bisa dilewati kapal-kapal besar. Sama seperti Jembatan 1 Barelang yang cukup tinggi dan memang didesain agar bisa dilewati kapal besar.

”Meski jembatan didesain cukup tinggi, bukan berarti membentang di laut lepas. Sehingga tidak mengganggu alur internasional. Kalau pun kapal internasional masuk Bintan, nanti ada alur sendiri melalui laut lepas, namun bukan melalui bawah jembatan itu,” ujar Jamhur via ponselnya, Minggu (11/3).

Buat kapal-kapal internasional yang masuk ke Bintan, mereka akan masuk ke Berakit. Sedangkan ke Tanjungpinang, jarang masuk kapal internasional karena perairannya juga bukan laut lepas.

Di Batam, jelasnya lagi, kapal internasional biasanya lego jangkar di titik-titik yang sudah ditetapkan misalnya di perairan Galang, Kabil maupun daerah Batuampar.

”Setelah itu mereka langsung ke Selat Malaka. Tidak lah, tidak kena jalar internasional (Jembatan Babin, red),” ungkapnya.

Selain memperhatikan keselamatan pelayaran di laut dan kelancarannya, pembangunan Jembatan Babin ini juga diperuntukkan untuk memperlancar arus lalu lintas darat tiga wilayah yakni Batam, Bintan dan Tanjungpinang.

Saat ini, Pemprov Kepri belum memustukan apakah Jembatan Babin akan dibangun investor atau APBN. Namun, kemungkinan besar akan dibangun investor kerja sama swasta.

Gubernur Kepri H Nurdin Basirun mengatakan, proyek strategis Provinsi Kepri ini harus ditetapkan dulu nanti dalam bentuk Keputusan Presiden (Kepres) atau Peraturan Presiden (Perpres).(MARTUNAS SITUMEANG)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here