Ambruk Karena Tak Terawat

0
54
Hendri bersama lurah meninjau kondisi Pelabuhan Sebauk yang ambruk, Jumat (30/11) f-andri ds/tanjugnpinang pos

Pelabuhan Sebauk di Kelurahan Senggarang ambruk karena tidak terawat. Delapan tahun terakhir ini tidak pernah dianggarkan biaya perawatan.

TANJUNGPINANG – Panjang pelabuhan tersebut 300 meter, namun 175 meter pelabuhan itu dicor beton, 125 meter tidak cor pakai beton.

Pelabuhan dibangun tahun 2010, dengan pagu anggaran sekitar Rp450 juta. Nilai kontrak hanya mencapai Rp359.226.183,31.

Pembangunan yang memakan waktu 119 hari kerja memiliki nomor kontrak 08/SPK/PU-CK/APBD/VI/2010, pada 16 Juni 2010 lalu. Dikerjakan oleh CV Formula Jaya sebagai pemenang tender. Tapi, realisasi anggaran hanya Rp 358.785.995.

Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Tanjungpinang, mengunjungi jembatan tersebut, Jumat (30/11).

Kepala Dinas PUPR Kota Tanjungpinang, Hendri memimpin peninjauan pelantar Sebauk.

Ia didampingi Lurah Senggarang, Iman Syatria dan Aparatur Sipil Negera (ASN) lainnya di lingkungan Pemko Tanjungpinang.

”Bukan pelantar ambruk. Tapi, pelantar sudah lama rusak yang belum direhab kembali,” kata Hendri kepada Tanjungpinang Pos, Jumat (30/11).

Kata Hendri, sebelum dibangun pemerintah pada 2010 lalu, Pelantar Sebauk sudah ada sejak lama. Cuman, kondisi lantai masih menggunakan bahan baku kayu.

Saat itu, panjang pelantar Sebauk kurang lebih 300 meter. Melihat kondisi tersebut, Pemko Tanjungpinang melalui Dinas PU membangun Pelantar Sebauk dengan cara permanen.

Saat itu, Dinas PU membuat Pelantar Sebauk permanen dengan panjang kurang lebih sekiytar 175 meter. Permanen pelantar tidak hanya pada tiang saja. Tetapi, lantai dibuat dengan lantai beton.

”Kemungkinan tahun 2020 baru bisa terealisasi untuk diperbaiki,” sebut dia.

Sebelumnya, warga setempat berharap agar pelabuhan tersebut di perbaiki. Warga juga heran, setiap ada Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang), tingkat kelurahan, tingkat kecamatan bahkan tingkat kota, warga mengusulkan kepada Pemko dan DPRD agar diperbaiki tapi hingga kemarin, belum juga terealisasi.

Warga menuding pemerintah hanya memberikan harapan palsu. Sebab, sudah berkali-kali utusan pemerintah melakukan pengukuran ke lokasi jembatan tersebut, tapi tetap tidak pernah diperbaiki.

Padahal, pelabuhan tersebut sangat penting bagi masyarakat, terutama untuk berlabuhnya kapal nelayan setelah melaut. Kehadiran pelabuhan sangat membantu bagi warga setempat yang mayoritas nelayan. (ANDRI DS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here