Amerika Butuh Seafood Kepri

0
221
NELAYAN tradisional menjual seafood hasil tangkapannya kepada pengunjung Pantai Trikora Bintan, baru-baru ini. f-martunas/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Potensi laut Kepri menjadi hal yang banyak diperbincangkan Gubernur Kepri H Nurdin Basirun dengan Joseph, Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia.

Nurdin mengatakan, banyak potensi laut Kepri yang bisa dikembangkan baik itu industri pengolahan maupun budidaya. Joseph sendiri mengatakan, salah satu produk yang penting bagi Amerika Serikat adalah seafood.

Amerika sangat tertarik dengan penawaran Nurdin, apalagi jika ketersediaan pasokan yang berkelanjutan terjamin. Nurdin menjelaskan, luas Kepri 96 persennya terdiri dari lautan. Perikanan tangkap dilakukan banyak nelayan. Tapi untuk budidaya, kondisi perairan Kepri sangat mendukung.

Nurdin yakin pengusaha AS bisa berinvestasi untuk itu. Malah bisa memasok untuk AS juga. Untuk budidaya, kata Nurdin, jika ada investor yang ingin buka usaha di Kepri, maka akan dicari dimana titik yang tepat untuk budidaya dan aman.

Apabila ada investor yang mempertanyakan pasokan ikan untuk dikelola, Nurdin menyebutkan, banyak nelayan tradisional yang bisa menyiapkan pasokan ikan setiap hari. Apalagi, pasokan ikan di Kepri sangat banyak dan belum maksimal dikelola.

Soal payung hukum untuk budidaya ikan, investor jangan ragu. Nurdin mengatakan, yang penting mereka masuk dulu dan akan dibantu perizinannya. Akan dipermudah pengurusannya.

Tak lama lagi, kata dia, Kepri akan memiliki Perda zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Karena Dinas Kelautan dan Perikanan Pemprov Kepri sudah menyelesaikan Ranperda Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K).

”Kan sudah dikirim ke pusat Perda itu. Kalau ditanya kenapa sampai sekarang belum turun, tanya pusat lah. Yang penting, kita urus dulu izin-izin investor yang ingin investasi di bidang perikanan,” ujarnya di Hotel CK Tanjungpinang, Selasa (11/7) malam.

Kepri sangat membutuhkan Perda RZWP3K ini agar pengembangan dan pembangunannya laut bisa terencana. Sehingga segala potensi bisa digali dan dimaksimalkan untuk kesejahteraan masyarakat secara merata.

Perda ini berfungsi sama seperti RTRW dengan tujuan agar pembangunan lebih terarah dan terukur. Provinsi Kepri salah satu provinsi kepulauan yang luasnya 96 persen laut dan hanya 4 persen daratannya dengan 2.408 pulau. Oleh karena itu, RZWP3K harus segera dilaksanakan sebagai instrumen kebijakan ruang yang berlaku sama dengan RTRW.

Saat ini, potensi ikan laut Kepri belum maksimal dikelola karena nelayan tradisional menggunakan alat sederhana untuk menangkap ikan. Sehingga hasilnya tidak maksimal.

Jika musim angin utara, banyak nelayan tidak berani melaut karena angin kencang dan ombak tinggi. Jadinya, pasokan ikan terbatas dan harga ikan pun melambung. Inilah salah satu penyebab inflasi di Kepri. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here