Ampas Kopi Jadi Sabun Mandi

0
1127
MEMBUAT KOPI: Roby saat membuat kopi. f-yoan/tanjungpinang pos

Kisah Roby, Peracik Biji Kopi dari Dabosingkep

Biasanya, bubuk teh dan bubuk kopi yang sudah diseduh akan dibuang begitu saja. Namun, ampas kopi bisa dijadikan sabun mandi.

DABOSINGKEP – JIKA sebagian pedagang kedai kopi hanya sekedar membancuh (mencampur) biji kopi menjadi sajian minuman kopi yang nikmat, maka berbeda halnya dengan yang satu ini. Tidak hanya sekedar air, ampas kopi pun disulapnya menjadi sabun yang memiliki segudang khasiat.

Adalah Roby Supriyadi, seorang pemilik kedai kopi yang berlokasi di tengah-tengah pasar tradisional Dabosingkep memiliki cara berbeda dalam mengolah biji kopi. Sepintas, tidak ada yang mengira warung kopi sederhana yang sudah puluhan tahun beroperasi itu ternyata menyimpan 1 produk unggulan khusus yang digilai oleh kaum hawa, namanya sabun kopi.

”Awalnya saya juga tidak tahu kalau ampas kopi ini bermanfaat, karena memang selama ini dibuang saja. Tetapi setelah menikah, istri saya selalu jadikan ampas kopi sebagai pengganti lulur kulitnya. Memang sih jadinya mulus dan kinclong. Nah, dari situlah saya mulai tertarik,” bebernya mengawali cerita kepada Tanjungpinang Pos beberapa waktu lalu. Istri Roby yang bernama Rubi itulah diakuinya sebagai inspirasi terlahirnya sabun kopi yang diolahnya secara tradisional.  Saban hari, ampas kopi yang biasanya hanya berakhir di tempat pembuangan sampah itu sudah mulai dipilahnya dengan wadah khusus.

”Jadi setiap habis buat kopi, ampasnya sata letakkan di sini,” bebernya sambil menunjukkan wadah besar khusus sebagai penampung ampas kopi. Pasca menjadi peracik kopi di pasar, Roby berubah profesi menjadi peracik sabun di rumah. Ampas yang dibawanya itu kemudian disapihnya dibawah terik matahari. Sementara dirinya berkutat di dapur untuk membuat racikan sabun. Berbeda dengan sabun pada umumnya, sabun kopi Roby mengeluarkan buih lebih sedikit serta memiliki aroma dan warna yang khas kopi, namun untuk khasiat, sabun yang satu ini memiliki segudang manfaat.

”Dari yang saya tahu, jerawat, flek hitam, keriput, kulit berminyak, hingga penyakit kulit lainnya bisa diatasi dengan sabun ini, lagipula teksturnye serupa dengan sabun scrub karena efek ampas dari kopi itu sendiri,” terang Roby. Mengenai rahasia racikan sabun kopi, Robi enggan membocorkannya kepada publik, namun yang jelas, sabun kopi miliknya saat ini sudah masuk laboraturium penelitian salah satu universitas untuk dilakukan uji klinis.

”Meski selama ini tidak ada keluhan apapun dari konsumen, tetapi syarat untuk BPOM harus melampirkan bukti ilmiah, makanya sedang dalam proses pengurusan,” ucapnya. Kini, Roby yang mengaku cinta mati dengan kopi ini merasa lebih spesial karena tidak hanya mampu memanfatkan limbah kopi namun juga bisa memberikan manfat baru kepada masyarakat.

”Insya Allah kalau tidak ada halangan, Sabun Kopi ini akan dipamerkan bulan depan dalam ajang pameran yang menjadi agenda Pemerintah Kabupaten Lingga. Mohon doanya ya agar bisa merambah ke pasar luas,” harapnya dengan sungguh.(YOAN SN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here