AMPL Minta Izin Dapur Arang Ditinjau

0
1200
KAYU Bakau sebagai bahan dasar arang untuk membakar menjadi perhatian AMPL karena dapat merusak ekosistem Mangrove di Lingga.f-isitmewa

Ketua Aliansi Mahasiswa Pecinta Lingkungan (AMPL) Kepri Siswanda, meminta pemerintah meninjau izin produksi dapur arang di Kabupaten Lingga.

LINGGA – Menurutnya, kegiatan ini telah merusak ekosistem hutan bakau (Mangrove) karena diduga telah terjadi penyimpangan pengelolaan yang dilakukan perusahaan dengan tidak menanam kembali pohon bakau setelah ditebang untuk dijadikan bahan baku arang.

”Kita meminta kepada Dinas Kelautan Perikanan dan Kehutanan Pemerintah Kabupaten (Pmekab) Lingga, dan juga Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) dan pihak terkait lainnya. Untuk menghentikan produksi arang bakau. Selain itu, kita juga menegaskan kepada dinas terkait agar tidak memberikan izin produksi dapur arang karena produksi dapur arang merusak ekosistem hutan bakau”, kata Siswanda, kemarin.

Baca Juga :  Rumah Usman Hancur Tertimpa Pohon Tebangan Sendiri

Ia memaparkan, pemanfaatan kayu bakau untuk produksi arang tidak bisa dilakukan sembarangan karena bisa merusak ekosistem hutan bakau. Oleh karna itu, lanjutn Siswanda, harus ada penataan tata ruang hutan bakau yang benar-benar sesuai aturan dan selalu dalam pengawasan.

”Mana hutan bakau yang bisa di eksploitasi, dan mana yang tidak itu harus jelas. Karena kita takut eksploitasi hutan bakau cenderung dilakukan secara liar dan tidak terkendali,” jelasnya.

Lebih jauh, ia juga meminta Koperasi Mangrove Lingga Lestari sebagai koordinator produksi dapur arang di Lingga memperlihatkan Rencana Pengendaluan Lingkungan (RPL) untuk usaha rencana pengendalian lingkungan serta surat izin penebangan bakau, surat izin operasi dapur arang yang ada di Kabupaten Lingga. ”Karena kami melihat ada ada kegiatan reboisasi atas usaha dapur arang ini,” imbuhnya.(TENGKU IRWANSYAH)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here